Lahan Tebu Terbakar, Pemilik Meninggal Dunia dalam Keadaan Sujud
- 06 Jul 2026 14:36 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Kebakaran lahan tebu terjadi di Dusun Jatimalang, Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Senin, 6 Juli 2026
- Korban diduga membakar sisa daun tebu kering (daduk) di lahannya dan angin berhembus kencang
RRI.CO.ID, Kediri - Kebakaran lahan tebu terjadi di Dusun Jatimalang, Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Senin, 6 Juli 2026. Peristiwa ini berujung duka setelah pemilik lahan, Sakrum, ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian. Bahkan diduga tubuh korban dalam keadaan sujud.
PLT Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono menjelaskan, insiden tersebut bermula sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu korban Sakrum, diduga membakar sisa daun tebu kering (daduk) di lahannya.
"Aktivitas pembakaran sempat diingatkan oleh warga sekitar, Pak Kholil, mengingat kondisi cuaca panas dan angin cukup kencang. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan oleh korban," kata Kaleb.
Kemudian, ungkap Kaleb, sekitar pukul 13.00 WIB, Kholil kembali ke lokasi dan mendapati lahan tebu telah terbakar luas, sementara sepeda motor korban masih berada di tempat. Namun, korban tidak terlihat di sekitar area. "Upaya pemanggilan tidak mendapatkan respons, sehingga warga bersama perangkat desa melakukan pencarian," katanya
Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area lahan tebu. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa, yang selanjutnya menghubungi petugas terkait.
Kaleb melanjutkan, laporan resmi diterima petugas pemadam kebakaran Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih sekitar pukul 13.45 WIB. Tim langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 13.50 WIB dan tiba sepuluh menit kemudian untuk melakukan penanganan.
Adapun, proses pemadaman dilakukan menggunakan satu unit armada pemadam dengan empat personel dari Bidang Pencegahan Kebakaran. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.35 WIB.
Diketahui, kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran lahan, terutama di musim kemarau dengan kondisi cuaca panas dan angin kencang yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar. Di tempat berbeda, seorang masyarakat di Kabupaten Kediri, Kamid, menyebutkan, jika potensi kebakaran di lahan tebu memang sangat berpeluang terjadi pada cuaca seperti sekarang.
"Kami dan tetangga sekitar rumah juga saling mengingatkan, agar mereka yang punya kebiasaan membakar lahan untuk menghindarkan hal tersebut. Sebab, kerugian dari perbuatan itu tidak hanya dialami diri sendiri tapi bisa membahayakan orang lain," kata Kamid.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....