Kementan Perkuat Swasembada Gula Nasional dengan Penyediaan Benih Unggul
- 15 Jun 2026 13:55 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat swasembada gula Nasional dengan penyediaan benih tebu unggul yang berkualitas
- Melalui program Garda Tebu Nusantara dan pengembangan varietas unggul Panjalu, produktivitas tebu nasional dapat terus meningkat
RRI.CO.ID, Kediri - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat swasembada gula Nasional dengan penyediaan benih tebu unggul yang berkualitas.
"Hal ini guna mendukung program swasembada gula nasional melalui penyediaan benih tebu unggul bersertifikat," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Perbenihan Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementan, Firman Mantau, dalam seremonial tutup tanam Garda Tebu Nusantara di Kebun Benih Datar (KBD) tebu varietas Panjalu di Dusun Swallow, Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Senin, 15 Juni 2026.
Agenda tersebut melibatkan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan, PT Embah Cacing, pemerintah desa, serta petani setempat. "Areal lahan seluas 220 hektare ditanami varietas Panjalu, akan menjadi sumber benih untuk mendukung pengembangan tebu rakyat," kata Firman Mantau.
Ia menyatakan, benih unggul menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas tebu dan mendukung target swasembada gula yang dicanangkan pemerintah.
"Semua kegiatan pertanian harus diawali dengan benih yang unggul dan bersertifikat. Hal ini karena pemerintah membangun KBD tebu agar petani memperoleh benih yang kualitasnya terjamin," kata Firman.
Ia menyebutkan, benih yang dikembangkan dalam program tersebut berasal dari sistem perbenihan berjenjang. Dengan begitu, kualitas genetik dan kesehatannya tetap terjaga sebelum didistribusikan kepada petani.
Firman menambahkan, varietas Panjalu dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan. Hal ini di antaranya, mulai dari pertumbuhan tanaman yang baik, batang yang kokoh, hingga potensi rendemen yang lebih tinggi dibanding beberapa varietas yang selama ini banyak dibudidayakan petani.
"Varietas Tebu Panjalu berasal dari Kediri dan telah melalui berbagai uji adaptasi di sejumlah daerah. Hasilnya menunjukkan pertumbuhan yang baik dan potensial untuk mendukung peningkatan produksi gula nasional," katanya.
Selain penyediaan benih unggul, imbuh Firman, keberhasilan program swasembada gula juga ditentukan oleh penerapan budidaya yang tepat di tingkat petani. Hal ini termasuk pemeliharaan tanaman dan pemupukan sesuai standar Good Agricultural Practices (GAP).
Sementara itu, Direktur Utama PT Embah Cacing, Abdul Kholiq, mengemukakan, perusahaannya terlibat dalam program tersebut sebagai mitra pelaksana yang memberikan dukungan pembiayaan dan pendampingan kegiatan di lapangan.
"Kami memberi dukungan dari sisi finansial, tujuannya agar pelaksanaan program berjalan lancar. Lalu, secara teknis pengembangan benih dilakukan sesuai arahan dan standar yang ditetapkan Kementerian Pertanian," kata Kholiq.
Kholiq mengatakan, hingga kini Kabupaten Kediri memiliki potensi besar untuk pengembangan tebu karena didukung kondisi lahan dan sistem pengairan yang relatif baik. Apalagi, program pengembangan tebu juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja.
"Untuk varietas Panjalu yang dikembangkan dalam program ini, merupakan salah satu varietas unggul terbaru yang memiliki produktivitas tinggi dan lebih tahan terhadap sejumlah penyakit tanaman tebu," katanya.
Kholiq berharap, dengan upaya ini produktivitas petani makin meningkat dan kebutuhan benih unggul bisa terpenuhi sehingga target swasembada gula dapat tercapai. Terlebih, Kementan menargetkan pengembangan tebu secara nasional mencapai puluhan ribu hektare pada 2026.
Di tempat sama, Direktur Utama PT Baranasia Group, Hendra Putra meyakini, Kabupaten Kediri menjadi salah satu daerah prioritas Nasional dalam pengembangan tebu. "Kondisi ini didukung areal perkebunan tebu di Kabupaten Kediri yang memang sangat luas. Bahkan, dikenal sebagai salah satu sentra produksi gula di Jawa Timur," kata Hendra.
Ia optimistis, melalui program Garda Tebu Nusantara dan pengembangan varietas unggul Panjalu, produktivitas tebu nasional dapat terus meningkat. Selain itu, juga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor gula pada masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....