Sokong Swasembada Gula, Kediri Kembangkan Tebu Panjalu

  • 16 Jun 2026 17:31 WIB
  •  Kediri

RRI CO.ID, Kediri - Para petani di Kabupaten Kediri tengah masif mengembangkan bibit tebu varietas asli daerah bernama Panjalu. Langkah ini dilakukan guna menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan.

Pengembangan tebu ini diharapkan mampu memperkuat posisi Kediri sebagai pusat tebu nasional sekaligus motor penggerak industri pergulaan.

Kabupaten Kediri dinilai punya potensi besar untuk menyokong swasembada gula. Daerah ini didukung oleh kondisi lahan yang subur, sistem irigasi yang baik, serta masyarakat yang berpengalaman dalam budidaya tebu.

Saat ini, Kebun Benih Datar (KBD) varietas Panjalu seluas 220 hektare tengah dikembangkan di wilayah tersebut. Dari luasan itu, diproyeksikan akan dihasilkan sekitar 2 juta batang benih tebu bersertifikat.

Jumlah benih tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan peremajaan tanaman (bongkar ratoon) tebu rakyat hingga seluas 1.320 hektare.

Dukungan terhadap program swasembada ini salah satunya datang dari sektor swasta yang ikut mengawal pengembangan di lapangan. Direktur PT Baranasia Group, Andra Putra, menyatakan optimismenya terhadap potensi besar yang dimiliki Kediri dalam mendukung program strategis Presiden.

"Kami yakin Kabupaten Kediri bisa menjadi salah satu motor penggerak industri pergulaan Indonesia karena didukung potensi lahan, petani, dan benih unggul yang besar," kata Andra dalam keterangannya, Selasa 16 Juni 2026.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Perbenihan Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementan, Firman Mantau, menegaskan keberhasilan sektor pertanian sangat bergantung pada kualitas benih sejak tahap awal. Menurutnya, ketersediaan benih berkualitas berkontribusi hingga 50 persen dalam mewujudkan swasembada gula nasional.

"Semua kegiatan pertanian harus diawali dengan benih unggul dan bersertifikat. Jika benih yang digunakan berkualitas, maka peluang keberhasilan budidaya akan semakin besar," ujar Firman saat menghadiri agenda Tutup Tanam di KBD Panjalu, Dusun Suwaluh, Desa Sambirejo, Kecamatan Pare, Kediri, Senin 15 Juni 2026.

Firman menambahkan, varietas Panjalu dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan. Mulai dari batang yang kokoh, pertumbuhan cepat, hingga potensi rendemen gula yang lebih tinggi.

Selain itu, uji adaptasi menunjukkan bahwa varietas asli Kediri ini mampu tumbuh dengan sangat baik di luar Pulau Jawa.

Karena masih tergolong varietas baru, pemerintah berkomitmen untuk terus memperluas sosialisasi kepada petani. Kementan juga mengingatkan pentingnya penerapan Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices/GAP) demi mencapai hasil panen yang optimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....