Lahan Tebu Siap Panen Terbakar Hebat
- 29 Jun 2026 20:22 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Kebakaran hebat melanda lahan tebu milik Maliki di Jalan Brigjen Katamso, Dusun Mangu, Desa Kapi, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Kebakaran hebat melanda lahan tebu milik Maliki di Jalan Brigjen Katamso, Dusun Mangu, Desa Kapi, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Senin, 29 Juni 2026.
Peristiwa tersebut berhasil ditangani oleh Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri Pos Pare setelah menerima laporan dari warga.
Mukharom, seorang warga yang melaporkan insiden kebakaran mengatakan, telah meneruskan informasi kebakaran kepada petugas pada pukul 10.40 WIB.
"Informasi kebakaran ini terjadi pada sebuah rumah," kata Mukharom, Senin, 29 Juni 2026.
Namun, setelah dilakukan konfirmasi dan pengecekan di lokasi, objek yang terbakar ternyata merupakan lahan tanaman tebu.
Menanggapi laporan tersebut, Tim Damkar Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 10.45 WIB. Petugas tiba sekitar pukul 11.00 WIB dan segera melakukan penilaian kondisi di lapangan sebelum memulai proses pemadaman.
PLT Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan sejumlah warga sekitar, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran daun tebu kering sebagai bagian dari proses pembersihan lahan.
"Api kemudian membesar karena tidak dilakukan isolasi atau pembatas pada material yang mudah terbakar," kata Kaleb.
Kondisi lahan yang dipenuhi tanaman tebu kering, jelas Kaleb, membuat kobaran api dengan cepat merambat ke area yang lebih luas.
Selain itu, cuaca yang cukup panas turut mempercepat penyebaran api sehingga membutuhkan penanganan cepat agar tidak menjalar ke lahan pertanian di sekitarnya.
Untuk mengendalikan kobaran api, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare mengerahkan dua unit armada pemadam, yakni Unit 04 bernomor polisi AG 8157 EP dan Unit 02 bernomor polisi AG 8162 GP.
"Masing-masing kendaraan membawa kapasitas air sebanyak 5.000 liter guna mendukung proses pemadaman," katanya.
Lalu, petugas melakukan pemadaman secara bertahap dengan menyemprotkan air ke titik-titik api yang paling besar. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, proses dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Operasi pemadaman berlangsung selama kurang lebih empat setengah jam, mulai pukul 11.00 WIB hingga 15.30 WIB. Berkat kerja sama dan koordinasi yang baik di lapangan, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP).
Akibat kejadian tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta. Sementara itu, aset yang berhasil diselamatkan petugas diperkirakan senilai Rp10 juta sehingga dampak kebakaran tidak semakin meluas.
Kaleb menambahkan, meski menimbulkan kerugian materiil yang cukup besar, peristiwa ini tidak menyebabkan korban jiwa maupun korban luka. Tidak ada korban luka ringan, luka berat, ataupun korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.
"Selain lahan tebu yang terbakar, sebuah sepeda motor Honda Revo dilaporkan turut terdampak dalam kebakaran tersebut," ungkapnya.
Kaleb melanjutkan, hingga proses pemadaman selesai, petugas memastikan kondisi lokasi telah aman dan tidak ditemukan lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Satpol PP mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sisa tanaman atau membersihkan lahan dengan api. Warga diharapkan memastikan adanya pengawasan, membuat sekat pengaman, serta tidak meninggalkan api sebelum benar-benar padam guna mencegah terulangnya kebakaran serupa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....