Wilayah Sekitar Gunung Kelud Harus Membangun Kesiapsiagaan Erupsi

  • 19 Apr 2026 06:02 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Wilayah atau Kabupaten/Kota yang berada di sekitar Gunung Kelud Provinsi Jawa Timur harus membangun kesiapsiagaan menghadapi erupsi yang dapat terjadi setiap saat. Karena gunung api aktif memiliki periode waktu tertentu dalam beberapa tahun mengalami letusan atau erupsi.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Pencegahan BPBD Provinsi Jawa Timur, Dadang Iqwandy, Sabtu, 18 April 2026 saat menghadiri halal bihalal yang digelar Forum Jangkar Kelud Kabupaten Kediri. “Jadi Gunung Kelud itu salah satu dari gunung api aktif yang ada di Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Ia menambahkan dari 12 gunung yang ada di Jawa Timur, tujuh diantaranya masih aktif yang dapat mengalami erupsi salah satunya Gunung Kelud. “Berdasarkan history kejadian erupsi terakhir tahun 2014, beberapa kabupaten yang berada di lingkar Kelud memang harus membangun kesiapsiagaan terjadinya erupsi,” ujarnya.

Dalam menghadapi bencana terdapat istilah Pentahelix Penanggulangan Bencana yang terdiri dari lima komponen terdiri dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media. “Dari unsur masyarakat ini BPBD Provinsi Jatim sering beraktivitas melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB),” katanya.

Dadang mengungkapkan unsur pentahelix dari masyarakat sangat penting, karena potensi nyang dimiliki oleh masyarakat sangat besar sekali. Sumber daya dari masyarakat sangat besar sekali, maka pemerintah harus merangkul salah satu komponen pentahelix, yaitu masyarakat.

Menanggapi tentang keberadaan Forum Jangkar Kelud Kabupaten Kediri, Dadang menjelaskan bahwa Jangkar Kelud lebih tua dari BPBD karena telah ada sejak 18 tahun yang lalu. “Jadi ilmu penanggulangan bencanannya lebih matang, maka kami juga belajar ke taman-teman Jangkar Kelud, bahkan ketika erupsi 2014 sudah diurusi oleh Jangkar Kelud,” ucapnya.

Pada musim kemarau tahun 2026 BPBD Jatim imbau masyarakat agar saling menjaga mencegah kebakaran hutan. Karena penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) penyebabnya adalah manusia sendiri, sehingga perlu ajakan dan dukungan dari semua pihak agar tidak memicu adanya kebakaran hutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....