Sekolah Inklusif Kediri Terkendala Fasilitas dan Guru Pendamping Khusus
- 21 Feb 2026 22:41 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Kesiapan sarana dan prasarana sekolah inklusif di Kabupaten Kediri masih menjadi pekerjaan rumah. Fasilitas ramah disabilitas dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar, mulai dari akses fisik hingga dukungan tenaga pendamping.
Ketua Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK), Umi Salamah, mengatakan sekolah ramah disabilitas harus memiliki infrastruktur yang aksesibel. Di antaranya toilet tanpa tangga, pintu lebar dengan sistem geser, serta lantai berbahan tidak licin. Area parkir juga idealnya berada dekat ruang kelas guna memudahkan mobilitas siswa berkebutuhan khusus.
“Fasilitas dasar itu penting agar siswa disabilitas bisa bergerak aman dan nyaman di lingkungan sekolah,” ujarnya dalam dialog Ruang Publik, Sabtu 21 Februari 2026.
Tak hanya soal infrastruktur, ketersediaan Guru Pendamping Khusus (GPK) juga menjadi sorotan. Menurut Umi, jumlah dan kualitas GPK di Kediri masih belum memadai. Minimnya pelatihan membuat sebagian guru harus belajar secara otodidak dalam menangani siswa berkebutuhan khusus.
Kondisi tersebut dinilai berdampak pada optimalisasi pendampingan di kelas. Padahal, proses pembelajaran inklusif membutuhkan identifikasi awal terhadap jenis disabilitas dan kemampuan daya tangkap setiap siswa agar metode pengajaran bisa disesuaikan.
Umi menambahkan, dukungan orang tua turut menjadi kunci keberhasilan pendidikan inklusif. Selain perhatian dan penguatan mental, bantuan mobilitas seperti antar-jemput sekolah menjadi bentuk dukungan konkret yang sangat membantu anak tetap semangat belajar di tengah berbagai keterbatasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....