Tingkatkan Pendidikan Kemenag Kediri Dorong Implementasi KBC

  • 31 Jan 2026 10:17 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Dalam meningkatkan kualitas pendidikan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri mendiring Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Bimbingan Teknis (Bimtek). Hal ini bertujuan agar pendidikan madrasah meningkat melalui pendekatan empati, penguatan karakter, dan penanaman nilai-nilai Panca Cinta.

Bimtek diikuti Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kabupaten Kediri bertempat di kantor Kemenag. Kegiatan dihadiri Kepala Kemenag Kabupaten Kediri Achmad Fa’iz, Kasi Pendidikan Madrasah Sahrul Munir, para pengawas madrasah, serta perwakilan guru dari 56 Madrasah Aliyah se-Kabupaten Kediri.

Pengawas Madrasah, Yaqutatun Hamroh, Jumat, 30 Januari 2026 menjelaskan pentingnya perubahan pola pikir (growth mindset) bagi para pendidik. “Kita tidak hanya terpaku pada pemenuhan administrasi, tetapi benar-benar menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi seluruh siswa,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh guru untuk menerapkan nilai-nilai Panca Cinta secara tulus sehingga tercipta suasana kelas yang menyenangkan, penuh kasih sayang, dan memerdekakan peserta didik. “Guru harus hadir sebagai figur yang menenangkan, memudahkan urusan siswa, serta menjadikan kebahagiaan anak sebagai tolok ukur keberhasilan proses belajar,” ucapnya.

Sementara Kepala kemenag Kabupaten Kediri Achmad Fa’iz, mengatakan Kurikulum Berbasis Cinta merupakan ikhtiar menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. “Esensi KBC adalah mengajar dengan hati yang bersih dan tulus, sehingga nilai-nilai yang disampaikan dapat menyentuh hati peserta didik,” katanya.

Ia mengingatkan agar guru tidak melarang secara kaku, tetapi mengarahkan dan membimbing siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, sejalan dengan penanaman nilai-nilai Panca Cinta. Ditempat yang sama Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Kediri, Sahrul Munir mengungkapkan implementasi KBC dalam rangka penyempurnaan mutu kurikulum madrasah.

“Madrasah harus terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Melalui KBC, pembelajaran diharapkan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, spiritualitas, pembiasaan doa, serta penguatan akhlakul karimah,” katanya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....