Dampak Buruk Minum Air Sambil Berdiri

  • 15 Okt 2025 21:38 WIB
  •  Sendawar

KBRN,Sendawar: Minum air tampak sederhana tetapi kebiasaan melakukannya sambil berdiri ternyata menyimpan potensi risiko kesehatan. Meski belum banyak disadari, sejumlah efek negatif dari kebiasaan ini mulai diperhatikan oleh pakar medis dan masyarakat.

Mengapa Berdiri Saat Minum Air Bisa Berisiko? Dikutip dari laman dinkes.kepriprov.go.id, berdiri saat minum memicu aliran air yang lebih cepat masuk ke saluran pencernaan. Kondisi ini dapat memicu tekanan tak wajar pada organ-organ dalam tubuh, khususnya ginjal dan organ pencernaan, yang akhirnya bisa menyebabkan gangguan seperti ginjal dan masalah lambung.

Bahaya yang Mungkin Muncul

1. Tekanan pada Saluran Pencernaan

Aliran air deras dapat memaksa tubuh bekerja ekstra untuk menyerap dan mendistribusikannya, yang pada sebagian orang bisa memicu iritasi atau kelebihan cairan.

2. Risiko Ginjal dan Batu Ginjal

Air yang masuk cepat ke ginjal bisa menimbulkan beban pada organ tersebut. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, bisa ada peningkatan risiko gangguan ginjal atau pembentukan batu ginjal.

3. Gangguan Pencernaan

Beberapa orang melaporkan gejala seperti mulas, kembung, atau ketidaknyamanan perut setelah sering minum sambil berdiri.

4. Mempicu Ketidakseimbangan Cairan

Aliran air yang terlalu cepat bisa membuat tubuh tidak sempat mengontrol kandungan garam atau elektrolit dengan baik, terutama bila air yang diminum banyak dalam sekali tegukan.

Saran Praktis untuk Kebiasaan Minum Sehat

Duduk atau condongkan tubuh

Saat meminum air, duduklah atau paling tidak perlahan-condong agar aliran air lebih terkontrol dan lambat.

Teguk perlahan-lahan, jangan langsung besar

Hindari meneguk dalam jumlah besar sekaligus. Minumlah secara bertahap agar tubuh mampu mengatur distribusi cairan.

Minum dalam porsi cukup, bukan berlebihan sekaligus. Tubuh lebih baik menerima air secara berulang daripada meneguk banyak di satu waktu.

Perhatikan kondisi tubuh

Jika terasa nyeri pinggang, mulas setelah minum, atau frekuensi buang air kecil tak wajar, lebih baik berkonsultasi ke tenaga medis.

Dengan menyesuaikan kebiasaan sederhana seperti cara minum, kita dapat membantu menjaga kesehatan organ tubuh lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....