Kecerdasan Spiritual sebagai Benteng Moral Anak
- 07 Feb 2026 10:47 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pendidikan spiritual dinilai sebagai benteng utama moral anak di tengah kompleksitas tantangan sosial modern. Tanpa kecerdasan spiritual, anak rentan kehilangan arah makna dan nilai dalam kehidupannya.
Dalam siaran Lentera Kehidupan RRI PRO1 Banjarmasin, Jumat 6 Februari 2026, Guru Besar UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Dr. Syaiful Bahri Djamarah, M.Ag., menyatakan kecerdasan spiritual adalah kemampuan memberi makna ilahiyah pada setiap peristiwa. Kemampuan ini juga menuntun anak memilih jalan hidup yang bermakna.
“Anak yang cerdas secara spiritual memiliki ketenangan batin, berpikir positif, dan mampu memaknai persoalan hidup,” kata Prof. Syaiful. “Dalam pandangan Imam Al-Ghazali, ciri utama kecerdasan spiritual adalah ikhlas yang tumbuh subur dalam hati.”
Ia juga menjelaskan petunjuk kecerdasan spiritual lainnya tercermin dalam sikap tobat, sabar, syukur, takut kepada Allah, tawakal, dan cinta. Nilai-nilai ini menjadi inti pembentukan kepribadian anak yang utuh.
Prof. Syaiful menyoroti masih kuatnya dikotomi pendidikan yang membuat anak cerdas pikirannya, tapi rapuh jiwanya. Hal ini terjadi karena pendidikan tidak dijalankan secara utuh dan seimbang, hanya menekankan kecerdasan intelektual, sementara kecerdasan spiritual terabaikan.
“Penanaman nilai dan norma agama harus dilakukan melalui keteladanan dan pembiasaan, bukan sebatas instruksi verbal,” ujarnya. “Orang tua wajib menjadi contoh etik dalam keluarga.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....