DKPP Kaimana Ingatkan El Nino, Mitigasi Dinilai Belum Maksimal

  • 12 Mei 2026 16:57 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, menghimbau masyarakat, khususnya para petani, agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan mulai berdampak terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Peringatan tersebut sejalan dengan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kaimana yang sebelumnya telah menyampaikan potensi perubahan cuaca ekstrem akibat El Nino di wilayah Kaimana.

Saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin 11 mei 2026 baru baru ini Alexander Furay menyarankan masyarakat tani untuk sementara menanam komoditas yang lebih tahan terhadap kekeringan.

Ia mencontohkan tanaman seperti pisang dinilai lebih mampu bertahan dibanding tanaman musiman seperti cabai, kacang-kacangan, maupun jenis hortikultura lain yang membutuhkan ketersediaan air stabil.

“Mengantisipasi kekeringan panjang ini, sementara tanam tanaman yang tahan terhadap kekeringan, dan hindari dulu tanaman musiman,” ujarnya.

Namun demikian, pernyataan tersebut sekaligus memunculkan catatan kritis terhadap kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman El Nino. Kepala DKPP sendiri mengakui hingga saat ini belum tersedia variabel maupun barometer teknis yang dapat mengukur secara pasti dampak El Nino terhadap kebutuhan air tanaman maupun potensi produksi pertanian.

Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa sistem mitigasi sektor pertanian di Kabupaten Kaimana masih belum memiliki basis data ilmiah yang kuat. Padahal, ancaman perubahan iklim bukan persoalan baru dan seharusnya sudah diantisipasi melalui perencanaan jangka panjang, penyusunan kalender tanam adaptif, hingga penyediaan teknologi pendukung pertanian.

Kondisi ini patut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Tanpa parameter yang jelas, himbauan kewaspadaan kepada masyarakat berisiko hanya menjadi peringatan normatif tanpa solusi teknis yang konkret bagi petani di lapangan.

Meski demikian, Alexander Furay menyebut berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, fenomena serupa di Kaimana belum sampai menimbulkan dampak fatal terhadap produksi pertanian.

Menurutnya, karakter wilayah Kaimana yang memiliki kadar air tanah relatif tinggi masih membantu tanaman beradaptasi. Namun beberapa wilayah tetap perlu diantisipasi dengan penggunaan varietas tanaman tahan kering.

Ia berharap masyarakat tetap siaga serta menyesuaikan pola tanam agar potensi kerugian akibat perubahan iklim dapat diminimalisir.

Ke depan, masyarakat berharap tidak hanya himbauan kewaspadaan yang disampaikan, tetapi juga langkah nyata berupa pendampingan teknis, penyediaan data iklim pertanian, serta strategi mitigasi yang terukur agar ketahanan pangan daerah tidak bergantung pada keberuntungan alam semata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....