Kepsek SMAN 2 Kaimana Akui Ada Pemotongan Dana

  • 19 Jan 2026 18:21 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID Kaimana - Menangapi ada pemotongan dana bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Papua Barat oleh Pihak sekolah SMNNegeri 2 Kaimana, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, 19 Januari 2026. Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kaimana, Sutanto, S.Pd, menyebutkan untuk pemotongan tidak ada.

Diejalskann kepsek Sutanto, bantuan sebesar Rp1.800.000 merupakan total alokasi untuk pengadaan seragam sekolah. Namun, dana yang lebih dulu diterima sekolah dari pemerintah daerah hanya sebesar Rp1.200.000, sehingga terdapat kekurangan sebesar Rp600.000 untuk mencukupi biaya seragam yang telah ditetapkan.

“Seragam siswa nilainya Rp1.800.000. Dari daerah kami terima Rp1.200.000. Kekurangan Rp600.000 itu kemudian ditutup dari bantuan provinsi. Jadi tidak ada uang dari orang tua yang dipotong,” tegas Sutanto. Ia menjelaskan, dana Rp1.200.000 yang sempat diterima sekolah telah dikembalikan sepenuhnya kepada orang tua siswa, setelah dilakukan rapat bersama wali murid, khususnya untuk siswa kelas X.

“Kami sudah rapatkan dengan orang tua. Uang Rp1.200.000 itu kami kembalikan. Sekali lagi saya tegaskan, sekolah tidak pernah memotong atau mengambil dana dari siswa maupun orang tua,” ujarnya.

Sutanto menambahkan, bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat tersebut khusus diperuntukkan bagi siswa Orang Asli Papua (OAP) kelas X yang baru masuk, dengan jumlah penerima sekitar 150 siswa.

Ia menegaskan seluruh proses dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Pihak sekolah, kata dia, siap memberikan klarifikasi kepada pihak mana pun jika diperlukan.

“Kami siap ditanya dari mana saja. Ini adalah tanggung jawab saya sebagai kepala sekolah. Semua sudah kami sampaikan secara terbuka kepada orang tua,” tegasnya.

Terkait isu yang beredar di media sosial, Sutanto menyebut pihak sekolah telah meminta Wakil Kepala Sekolah dan bagian kesiswaan untuk menyampaikan laporan resmi agar persoalan tersebut dapat diluruskan secara objektif.

Ia berharap masyarakat dan orang tua siswa tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum diverifikasi, serta mengedepankan komunikasi langsung dengan pihak sekolah apabila terdapat hal-hal yang perlu diklarifikasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....