Pengiriman Pisang Kaimana ke Timika Capai 15 Ton

  • 30 Okt 2025 14:41 WIB
  •  Kaimana

KBRN, Kaimana : Potensi pertanian di wilayah Kabupaten Kaimana terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satu komoditas unggulan yang saat ini banyak dikirim ke luar daerah adalah pisang, dengan volume pengiriman mencapai 12 hingga 15 ton sekali kirim ke Kota Timika, Provinsi Papua Tengah.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/10/2025).

Menurut Alexander, pasokan pisang yang dikirim ke Timika sebagian besar berasal dari wilayah dalam kota dan kampung-kampung terdekat di sekitar Kaimana.

Namun, beberapa pedagang juga membeli langsung ke kampung-kampung untuk memenuhi kebutuhan pasar di luar daerah.

“Selama ini pengiriman pisang ke Timika bisa mencapai 12 hingga 15 ton sekali kirim. Pisang tersebut sebagian besar diambil dari wilayah kota dan kampung sekitar, sementara sebagian lainnya dibeli langsung oleh pedagang dari kampung,” jelasnya.

Alexander menilai, pengembangan sektor pertanian di Kaimana perlu didukung dengan infrastruktur transportasi yang memadai, terutama pelabuhan perintis di beberapa wilayah potensial. Saat ini, satu-satunya kampung yang memiliki pelabuhan perintis hanyalah Kampung Lobo.

“Kalau di Kaimana ini hanya Kampung Lobo yang memiliki pelabuhan perintis. Seandainya ada pelabuhan di wilayah seperti Etna atau Buruway, itu akan sangat mempermudah masyarakat mengirim hasil pertanian mereka ke luar daerah tanpa biaya besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masyarakat di kampung-kampung yang jauh harus menempuh perjalanan ke kota untuk menjual hasil kebun mereka. Kondisi ini tentu membuat biaya pengiriman meningkat dan keuntungan petani berkurang.

“Kalau mereka harus ke kota dulu untuk menjual hasil kebun, otomatis biaya transportasinya tinggi dan bisa membuat petani rugi,” tambah Alexander.

Lebih lanjut, Alexander mengatakan bahwa dengan adanya pelabuhan perintis di daerah seperti Etna dan Buruway, pihaknya bisa mendorong pengembangan komoditas pertanian unggulan, termasuk pisang.

“Kalau di Etna sudah ada pelabuhan, kita bisa dorong pengembangan pisang lebih besar lagi. Pisang yang sudah ada tinggal dikirim langsung tanpa harus menunggu waktu lama,” jelasnya.

Sementara itu, untuk wilayah Kampung Lobo, pengiriman hasil pertanian sudah berjalan dengan baik karena adanya akses kapal perintis yang rutin masuk ke wilayah tersebut.

“Kalau di Lobo sudah jalan. Kampung-kampung sekitar Lobo biasanya langsung menjual pisang ke pedagang ketika kapal perintis datang. Selain pisang, di Lobo juga cocok dikembangkan umbi-umbian dan jeruk nipis, karena kedua komoditas itu punya prospek bagus untuk dipasarkan ke Timika,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan dukungan infrastruktur dan transportasi laut yang lebih merata, hasil pertanian masyarakat di berbagai kampung di Kaimana dapat terserap lebih baik dan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi petani lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....