Ketahui Lima Penyebab Makanan Sering Basi
- 20 Sep 2025 07:36 WIB
- Kaimana
KBRN, Kaimana : Makanan basi adalah masalah umum yang sering kita hadapi, meskipun sudah disimpan dengan baik, terkadang makanan tetap tidak tahan lama. Ada sejumlah faktor yang mengurangi umur simpan suatu makanan, mulai dari suhu dan tempat penyimpanan sampai paparan cahaya berlebihan. Lalu, apa saja penyebabnya? Berikut adalah 5 penyebab utama makanan cepat basi yang perlu kamu ketahui, seperti kami rangkum dari berbagai sumber, diantaranya dari situs hellosehat.com.
1. Suhu Penyimpanan yang Tidak Tepat
Salah satu penyebab paling umum adalah suhu penyimpanan yang tidak sesuai. Bakteri, ragi, dan jamur mikroorganisme penyebab pembusukan tumbuh paling cepat pada "zona bahaya suhu" atau danger zone, yaitu antara 4°C hingga 60°C.
- Penyimpanan Suhu Ruang: Makanan seperti daging, susu, dan produk olahan lainnya akan cepat basi jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan.
- Kulkas Terlalu Penuh: Kulkas yang terlalu penuh dapat menghambat sirkulasi udara dingin, menyebabkan suhu tidak merata. Beberapa bagian makanan mungkin tidak cukup dingin, sehingga memicu pertumbuhan bakteri.
2. Terpapar Udara dan Oksigen
Ketika makanan terpapar udara secara langsung, proses oksidasi akan terjadi. Oksigen dapat merusak nutrisi dan memicu pertumbuhan mikroorganisme.
- Pembusukan Cepat: Makanan yang tidak ditutup rapat, seperti roti atau kue, akan cepat mengering dan mengeras. Buah dan sayuran yang dipotong juga akan lebih cepat layu dan membusuk karena terpapar oksigen.
- Tips: Selalu simpan makanan dalam wadah kedap udara atau bungkus dengan plastic wrap untuk meminimalkan paparan udara.
3. Kelembapan Berlebih
Kelembapan adalah lingkungan ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak. Makanan yang basah atau lembap akan lebih cepat membusuk.
- Contoh: Sayuran yang dicuci dan langsung disimpan tanpa dikeringkan terlebih dahulu akan cepat membusuk. Roti yang disimpan di tempat lembap juga akan mudah berjamur.
- Tips: Pastikan makanan benar-benar kering sebelum disimpan. Gunakan paper towel untuk menyerap kelembapan ekstra pada sayuran atau buah.
4. Kontaminasi Silang (Cross-Contamination)
Kontaminasi silang terjadi ketika bakteri dari satu jenis makanan, terutama daging mentah, berpindah ke makanan lain yang sudah matang atau siap saji.
- Penyebab: Menggunakan talenan yang sama untuk memotong daging mentah dan sayuran tanpa mencucinya. Meletakkan daging mentah di rak atas kulkas, lalu airnya menetes ke makanan di bawahnya.
- Tips: Selalu gunakan talenan dan pisau terpisah untuk daging mentah dan bahan makanan lain. Cuci tangan dan semua peralatan dengan bersih setelah mengolah daging mentah.
5. Tidak Segera Disimpan Setelah Dimasak
Banyak orang melakukan kesalahan dengan membiarkan makanan yang sudah dimasak dingin di luar terlalu lama sebelum menyimpannya di kulkas.
- Penyebab: Makanan yang dibiarkan di suhu ruangan terlalu lama setelah dimasak akan masuk ke danger zone (4°C - 60°C) lebih lama, memicu pertumbuhan bakteri.
- Tips: Dinginkan makanan dalam waktu singkat (maksimal 2 jam) dan segera pindahkan ke kulkas. Untuk mendinginkan lebih cepat, bagi makanan ke dalam wadah-wadah kecil agar proses pendinginan lebih merata.
Dengan memahami 5 penyebab ini, kamu bisa lebih cermat dalam menyimpan makanan dan mengurangi pemborosan di rumah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....