ISPA Melonjak, Puskesmas Kaimana Catat 188 Kasus pada September 2026

  • 02 Okt 2026 17:44 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kaimana menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir, bersamaan dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti wilayah kota dan sekitarnya. Peningkatan tersebut terpantau di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, baik RSUD Kaimana maupun beberapa puskesmas di wilayah pinggiran. Dinas Kesehatan Kaimana kini terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kaimana, Jubair Rumakat, SKM., MM., mengatakan data surveilans menunjukkan adanya kenaikan kasus ISPA dari waktu ke waktu.

Hal itu disampaikan Jubair saat dikonfirmasi RRI seusai melakukan aksi pembagian masker kepada masyarakat di kawasan Pasar Air Tiba, Krooy, Kaimana, Jumat 2 Oktober 2026.

Jubair menjelaskan, peningkatan kasus mulai terlihat sejak Juli 2026. Pada minggu ke-28, Puskesmas Kaimana mencatat 16 kasus ISPA, sementara Puskesmas Lobo mencatat 23 kasus dan Puskesmas Tanusan 11 kasus.

Memasuki minggu ke-29, jumlah kasus meningkat cukup tajam. Puskesmas Kaimana mencatat 145 kasus, Puskesmas Lobo 32 kasus, Puskesmas Tanusan 7 kasus, sedangkan Puskesmas Kambala mencatat 5 kasus.

“Terjadi peningkatan kasus ISPA dari waktu ke waktu. Bahkan rata-rata kasus sudah berada di atas 100,” ujar Jubair.

Peningkatan tersebut masih terlihat hingga September 2026. Pada minggu ke-38, Puskesmas Kaimana mencatat 188 kasus ISPA. Data tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan karena terjadi ketika kabut asap Karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah Kaimana.

Menurut Jubair, data yang diterima bidang surveilans saat ini masih berupa jumlah kasus. Namun, Dinas Kesehatan akan menelusuri lebih lanjut melalui sistem aplikasi untuk mengetahui karakteristik penderita, termasuk kelompok usia anak maupun dewasa.

“Data yang kami terima dari bidang surveilans masih berupa angka. Tetapi kalau kami telusuri melalui aplikasi, kami bisa mengetahui jumlah penderita berdasarkan usia, baik anak maupun dewasa,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan perlindungan diri selama kondisi kabut asap masih terjadi. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker dan mengurangi paparan langsung terhadap asap.

“Kami akan terus melakukan pemantauan. Masyarakat juga kami imbau tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker ketika berada di luar rumah,” pungkasnya.

Dinas Kesehatan Kaimana mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Warga yang mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas atau gejala lain yang mengarah pada ISPA diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....