Amankah Penderita Asam Urat Tetap Makan Daging Kurban
- 24 Mei 2026 10:32 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID,Kaimana - Momen Idul Adha selalu identik dengan limpahan hidangan berbahan dasar daging sapi dan kambing, bagi penderita asam urat (gout), momen ini sering kali mendatangkan dilema. Di satu sisi ada keinginan untuk menikmati hidangan hari raya, namun di sisi lain ada kekhawatiran akan terjadinya "serangan" nyeri sendi yang hebat setelahnya. Dirangkum dari berbagai sumber salah satunya dari situs halodoc berikut informasinya untuk Anda.
Lantas, amankah penderita asam urat tetap mengonsumsi daging sapi saat Idul Adha? Jawabannya adalah aman, asalkan dilakukan dengan strategi dan batasan yang ketat.
Mengapa Daging Sapi Perlu Diwaspadai?
Asam urat terbentuk dari proses pemecahan zat bernama purin di dalam tubuh. Daging sapi (terutama daging merah) termasuk dalam kategori makanan dengan kandungan purin tingkat sedang hingga tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan, kadar asam urat dalam darah akan melonjak tajam, membentuk kristal tajam di persendian, dan memicu peradangan serta nyeri yang menyiksa.
Panduan Aman Menikmati Daging Sapi Idul Adha
Agar tetap bisa merayakan Idul Adha tanpa harus menderita nyeri sendi di keesokan harinya, penderita asam urat wajib menerapkan beberapa panduan berikut:
- Batasi Porsi (Kuncinya adalah Moderasi): Penderita asam urat disarankan tidak mengonsumsi daging merah lebih dari 50 -100 gram per hari (setara dengan 1-2 potong ukuran sedang).
- Pilih Bagian Daging yang Tepat: Pilihlah bagian daging sapi yang rendah lemak dan tanpa otot (seperti bagian gandik atau khas dalam). Hindari bagian yang berlemak tinggi karena lemak dapat menghambat proses pembuangan asam urat melalui urine.
- Haramkan Jeroan: Jika dagingnya boleh dimakan sedikit, maka jeroan (hati, babat, usus, paru, dan otak) harus dihindari sepenuhnya. Jeroan sapi memiliki kadar purin yang sangat tinggi dan menjadi pemicu instan kambuhnya asam urat.
- Perhatikan Cara Memasak: Hindari mengolah daging menjadi masakan bersantan kental (seperti gulai atau rendang yang terlalu berminyak) secara berlebihan. Proses pengolahan dengan cara direbus (lalu dibuang air rebusan pertamanya), dipanggang, atau disup bening jauh lebih aman.
- Tingkatkan Hidrasi: Minumlah air putih dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya (minimal 8-10 gelas sehari) selama hari raya. Air putih membantu ginjal menyaring dan membuang kelebihan asam urat dari dalam tubuh secara lebih efisien.
Hari Raya Idul Adha bukan berarti penderita asam urat harus puasa makan daging sama sekali. Anda tetap boleh menikmati kebersamaan dan mencicipi hidangan daging sapi, asalkan mampu mengendalikan diri, menjaga porsi tetap minimal, dan menjauhi jeroan. Selamat merayakan hari raya dengan sehat dan bijak!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....