Kasus ISPA di Kaimana Melonjak, Dinkes Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar

  • 30 Sep 2026 19:03 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kaimana, Papua Barat, mencatat peningkatan tajam kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam dua bulan terakhir. Peningkatan kasus tersebut terjadi bersamaan dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kaimana.

Kepala Dinkes Kaimana, Arifin Sirfefa, mengatakan peningkatan kasus ISPA terpantau di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.

“Kalau kondisinya meningkat, jadi dari puskesmas sampai rumah sakit cukup banyak. Datanya selama dua bulan ini meningkat terus, jadi cukup tajam,” kata Arifin di Kaimana, Selasa 29 September 2026.

Menurut Arifin, peningkatan tersebut diketahui melalui hasil surveilans yang dilakukan petugas kesehatan di puskesmas dan rumah sakit. Data tersebut selanjutnya menjadi bagian dari pemantauan Kementerian Kesehatan.

“Karena hasil surveilans dari petugas di puskesmas juga rumah sakit, datanya selama dua bulan ini meningkat terus. Kalau kita punya data surveilans setiap kabupaten atau kota itu langsung dipantau dari Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, Dinkes Kaimana mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah setempat.

Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil dan lanjut usia. Kelompok tersebut dinilai perlu membatasi paparan debu dan asap untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.

“Terutama bayi, balita, ibu hamil kalau bisa jangan beraktivitas terlalu banyak di luar. Karena debu yang beterbangan. Terus lansia, kalau lansia itu kan cepat mereka sesak, begitu batuk,” ujar Arifin.

Ia menambahkan, kondisi udara saat ini dapat dikenali dari perubahan jarak pandang yang tampak kabur serta debu dan asap yang menempel pada lingkungan sekitar, termasuk pepohonan.

“Karena debu asap ini kan kalau kita lihat di pohon-pohon beda dengan kalau pas biasa. Jadi kalau kita lihat seperti kabur-kabur itu atau daun-daun itu sudah kurang bagus,” ungkapnya.

Dinkes Kaimana mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara belum kembali normal. Terutama bagi warga yang mulai mengalami batuk, sesak napas atau keluhan gangguan pernapasan lainnya agar segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....