Dinkes Kaimana Ajak Masyarakat Bersama Putus Rantai TBC

  • 30 Mei 2026 14:03 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kaimana. Upaya memutus rantai penularan penyakit tersebut dinilai dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Jubair Rumakat, mengatakan TBC merupakan penyakit menular yang penyebarannya terjadi melalui udara, terutama saat penderita batuk atau bersin. Karena itu, kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi faktor penting dalam mencegah penularan.

Menurutnya, penanganan TBC tidak hanya berfokus pada pasien, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dalam memberikan dukungan selama proses pengobatan. Edukasi terkait TBC perlu diberikan tidak hanya kepada penderita, tetapi juga kepada anggota keluarga agar memahami cara pencegahan dan penanganan yang tepat.

Jubair menjelaskan, dukungan keluarga sangat penting untuk membantu pasien menjalani pengobatan hingga tuntas sekaligus mencegah munculnya stigma negatif yang dapat memengaruhi kondisi psikologis penderita.

Ia mengingatkan bahwa pasien TBC yang telah terdiagnosis harus menjalani pengobatan secara teratur hingga selesai sesuai anjuran tenaga kesehatan. Ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat berisiko menyebabkan penyakit berkembang ke kategori yang lebih berat dan lebih sulit ditangani.

Selain dukungan keluarga, upaya eliminasi TBC juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak melalui kerja sama lintas sektor. Menurutnya, pengendalian TBC tidak dapat dilakukan hanya oleh tenaga kesehatan, tetapi memerlukan dukungan pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses penyembuhan pasien, menghilangkan stigma terhadap penderita TBC, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tuntas guna mewujudkan target eliminasi TBC di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....