Dampak Efek Kesehatan Pemakaian Kuteks Kuku

  • 28 Agt 2026 05:49 WIB
  •  Kaimana
Poin Utama
  • Kuteks mengandung bahan kimia kompleks seperti aseton yang dapat mengikis kelembapan alami kuku jika digunakan terlalu sering.
  • Pemakaian kuteks berlebihan tanpa perawatan tepat dapat menyebabkan kuku menjadi kering, rapuh, mudah patah, dan mengelupas.
  • Efek samping pemakaian kuteks tidak hanya berdampak pada kesehatan kuku tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

RRI.CO.ID,Kaimana - Mewarnai kuku dengan kuteks memang efektif mempercantik penampilan dan meningkatkan rasa percaya diri namun, di balik beragam warna yang memikat, produk kecantikan ini mengandung berbagai bahan kimia kompleks. Jika digunakan terlalu sering tanpa perawatan yang tepat, pemakaian kuteks dapat membawa sejumlah efek samping bagi kesehatan kuku maupun tubuh secara keseluruhan. Dirangkum dari beberapa sumber diantaranya dari situs alodokter berikut dampak efek kesehatan pemakainan kuteks kuku.

Dampak Kesehatan Pemakaian Kuteks

Kuku Kering dan Rapuh: Bahan kimia dalam kuteks, terutama aseton yang digunakan sebagai pembersihnya, dapat mengikis kelembapan alami kuku. Dampaknya, kuku menjadi rapuh, mudah patah, dan mengelupas.

Perubahan Warna Kuku (Staining): Pigmen warna gelap pada kuteks dapat menyerap ke dalam lapisan keratin kuku jika digunakan terus-menerus tanpa base coat. Hal ini menyebabkan kuku menjadi kekuningan atau kusam.

Paparan Bahan Kimia Berbahaya (Toxic Trio): Beberapa produk kuteks masih menggunakan bahan berbahaya seperti formaldehida (pengeras kuku yang berisiko memicu iritasi dan alergi), toluena (pelarut yang dapat mengganggu sistem saraf jika dihirup berlebihan), dan dibutil ftalat/DBP (bahan fleksibilitas yang berpotensi mengganggu sistem hormon).

Iritasi dan Alergi Kulit: Kontak langsung antara formula kuteks dengan kulit di sekitar kuku (kutikula) dapat memicu dermatitis kontak, ditandai dengan kemerahan, gatal, hingga pembengkakan.

Infeksi Jamur dan Bakteri: Penggunaan kuteks secara terus-menerus tanpa jeda menutupi permukaan kuku dari sirkulasi udara dan kelembapan yang sehat. Kondisi lembap terperangkap ini menjadi media ideal bagi pertumbuhan jamur kuku (onikomikosis).

Untuk menjaga kuku tetap sehat, berikan jeda setidaknya 1-2 minggu antar pemakaian (nail detox), pilih produk berbahan dasar air atau berlabel 3-Free / 5-Free (bebas bahan kimia berbahaya), serta selalu gunakan base coat dan pelembap kutikula.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....