Manfaat Bedong agar Bayi Tenang dan Tidur Nyenyak

  • 25 Agt 2025 07:26 WIB
  •  Kaimana

KBRN, Kaimana : Membedong bayi adalah praktik yang sudah dilakukan turun-temurun, terutama pada bayi baru lahir, yang tujuannya adalah membungkus bayi dengan kain bedong untuk membuatnya merasa lebih tenang, nyaman, dan tidur lebih nyenyak. Namun, apa saja manfaat spesifiknya dan bagaimana cara melakukannya dengan aman? Berikut manfaat bedong agar bayi tenang dan tidur lebih lama, seperti kami rangkum dari berbagai sumber, salah satunya dari situs alodokter.com.

Memberikan Rasa Aman Seperti di Dalam Rahim

Salah satu alasan utama mengapa bedong sangat efektif adalah karena meniru sensasi berada di dalam rahim. Selama sembilan bulan, bayi terbiasa dengan ruang yang sempit dan hangat. Saat lahir, dunia luar yang luas dan dingin bisa terasa asing dan menakutkan. Bedong menciptakan kembali rasa nyaman dan aman itu, membuat bayi merasa dipeluk dan dilindungi, sehingga tangisnya pun lebih mudah mereda.

Mengurangi Refleks Kejut (Moro Reflex)

Bayi baru lahir memiliki refleks kejut atau Moro reflex yang sangat sensitif. Refleks ini menyebabkan bayi tiba-tiba menggerakkan tangan dan kaki mereka secara spontan, sering kali saat tidur. Gerakan mendadak ini dapat membangunkan bayi, mengganggu tidurnya, dan membuatnya rewel. Dengan membedong, gerakan tangan dan kaki bayi akan tertahan dengan lembut, sehingga refleks kejut tidak mengganggu tidurnya. Hasilnya, bayi bisa tidur lebih lama dan nyenyak.

Membantu Bayi Tidur Lebih Tenang dan Nyenyak

Ketika bayi merasa tenang dan refleks kejutnya terkontrol, kualitas tidurnya pun meningkat. Tidur yang cukup sangat penting bagi perkembangan otak dan fisik bayi. Dengan bedong, bayi cenderung tidak mudah terbangun dan bisa mendapatkan waktu tidur yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang yang optimal. Ini juga memberikan kesempatan bagi orang tua untuk beristirahat.

Tips Membedong bayi dengan aman

Meskipun banyak manfaatnya, membedong harus dilakukan dengan benar untuk menghindari risiko. Jangan terlalu ketat. Pastikan bedong tidak terlalu kencang pada bagian pinggul dan kaki. Biarkan ada ruang bagi kaki bayi untuk menekuk dan bergerak. Membedong terlalu ketat pada bagian bawah dapat meningkatkan risiko displasia pinggul (kelainan pada sendi panggul).

Pastikan bayi tidak kepanasan. Gunakan kain yang lembut dan tidak terlalu tebal agar bayi tetap nyaman dan tidak kepanasan. Selalu tidurkan bayi dalam posisi telentang. Jangan pernah menidurkan bayi yang dibedong dalam posisi tengkurap karena dapat meningkatkan risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS).

Hentikan bedong saat bayi sudah bisa berguling. Ini biasanya terjadi pada usia 2-3 bulan. Saat bayi sudah bisa berguling, bedong bisa menjadi berbahaya karena ia tidak bisa kembali ke posisi telentang jika terguling. Dengan teknik yang tepat, bedong bisa menjadi alat yang efektif untuk membantu bayi Anda merasa tenang dan mendapatkan tidur yang berkualitas

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....