Kaimana Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla, 170 Hektare Terbakar
- 22 Sep 2026 07:23 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana – Pemerintah Kabupaten Kaimana, Papua Barat, menetapkan status tanggap darurat menyusul kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah. Luas area terdampak sementara diperkirakan mencapai 170 hektare.
Keputusan tersebut dibahas dalam rapat penanganan Karhutla yang dipimpin Bupati Kaimana Drs. Hasan Achmad di Ruang Rapat Kantor Bupati Kaimana, Senin (21/9/2026). Pemerintah daerah kini memfokuskan penanganan tidak hanya pada pemadaman api, tetapi juga pemulihan dampak sosial dan ekonomi masyarakat.
Bupati Hasan Achmad mengatakan status tanggap darurat diperlukan agar langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, terutama terhadap wilayah yang masih mengalami kebakaran.
“Kita akan secara cepat mengambil langkah-langkah untuk tanggap darurat terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan di Kaimana. Kemudian juga kita akan mengambil langkah cepat untuk mengatasi dampak sosial ekonomi dari kebakaran lahan,” kata Bupati Hasan kepada wartawan seusai rapat.
Menurutnya, kebakaran telah berdampak terhadap kebun-kebun masyarakat yang menjadi salah satu sumber penghidupan warga. Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan bantuan berupa bahan makanan sekaligus peralatan produksi untuk membantu masyarakat terdampak kembali menjalankan aktivitas ekonomi.
Bantuan tersebut, kata Hasan, termasuk peralatan pengolahan sagu yang akan disalurkan ke sejumlah kampung terdampak. Langkah ini dinilai penting agar masyarakat tetap memiliki sumber pangan dan sarana produksi setelah lahan mereka terdampak kebakaran.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaimana, kebakaran sejauh ini tercatat terjadi di wilayah Kensi dan Eregara, dengan Kensi menjadi lokasi yang memiliki luasan terdampak paling besar. Total luas lahan yang terbakar sementara mencapai sekitar 170 hektare dan masih dapat bertambah karena pendataan di lapangan terus dilakukan.
Pemerintah daerah juga telah mengerahkan peralatan untuk membantu proses pemadaman di lokasi yang masih dapat dijangkau. Namun, medan dan keterbatasan mobilitas menjadi salah satu kendala utama dalam menjangkau titik api yang berada jauh dari akses kendaraan. “Mobilitas kita di sana juga terbatas. Ada kendaraan yang dipunyai oleh masyarakat, tetapi kendaraan itu pun sulit untuk mobilisasi secara cepat,” ujar Hasan.
Selain penanganan teknis di lapangan, Bupati mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika membuka atau membersihkan lahan. Penggunaan api untuk membuka lahan diminta dihentikan karena berpotensi memperluas kebakaran, terlebih dalam kondisi cuaca yang mendukung penyebaran api.
Rapat penanganan Karhutla tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi, Sekda Kaimana Donald R. Wakil, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Yacob Ahimza Ire Warere, Kepala BPBD Hans Janes Melchior Litaay, Kepala Dinas Pertanahan, Perumahan dan Kawasan Permukiman Syaiful S. Hamka, Kepala Bagian Kesra Setda Kaimana Yoyon Fahri Nisfu, serta sejumlah staf organisasi perangkat daerah terkait.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....