Wabup Kaimana Dorong Noken dan Panah Tetap Lestari

  • 13 Sep 2026 20:49 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana — Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan warisan budaya leluhur hilang di tengah perkembangan zaman. Ia mendorong keterampilan membuat noken dan panah tradisional terus dijaga, dikembangkan, serta diwariskan kepada generasi muda. Pesan tersebut disampaikan Isak Waryensi saat membuka Pelatihan Penguatan Kapasitas Masyarakat Kampung Wainaga, Distrik Teluk Arguni Atas, di meeting room Hotel Grand Papua Kaimana, Jumat 11 September 2026.

Menurut Isak, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan identitas dan kekayaan budaya Papua.

“Noken dan panah bukan sekadar hasil kerajinan tangan, melainkan simbol identitas budaya masyarakat Papua yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal. Keberadaannya harus terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi muda,” tegasnya.

Ia mengatakan budaya merupakan bagian dari jati diri masyarakat. Karena itu, ketika warisan leluhur mulai ditinggalkan, masyarakat berisiko kehilangan bagian penting dari identitas serta sejarah yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Berbagai karya budaya masyarakat, lanjut Isak, memiliki nilai yang tidak ternilai. Keterampilan membuat noken, panah, maupun produk tradisional lainnya merupakan bentuk kreativitas dan pengetahuan lokal yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Isak menegaskan perkembangan zaman tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan budaya lokal. Sebaliknya, tradisi yang ada harus dikembangkan agar tetap hidup, dikenal, serta mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan nilai dan makna aslinya.

“Warisan budaya yang kita miliki hari ini merupakan hasil karya para leluhur yang harus kita jaga bersama. Generasi muda harus mengenal, mempelajari, dan melanjutkan tradisi ini agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya.

Selain pelestarian budaya, Wakil Bupati juga mendorong peserta memanfaatkan pelatihan sebagai sarana meningkatkan kapasitas dan keterampilan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dikembangkan menjadi peluang ekonomi berbasis budaya lokal.

Pengembangan kerajinan tradisional dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan. Dengan demikian, pelestarian budaya sekaligus dapat membuka ruang bagi peningkatan pendapatan masyarakat kampung.

Pelatihan tersebut turut dihadiri Kepala Distrik Teluk Arguni Atas Arsad Watora, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Kaimana, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, pendamping kabupaten dan kampung, serta pengurus bersama 12 peserta dari Kampung Wainaga.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kaimana berharap masyarakat Kampung Wainaga semakin memiliki kapasitas untuk menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan keterampilan lokal sebagai bagian dari potensi ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....