Pendamping Samisaka Diminta Awasi Pembangunan Kampung Kaimana Secara Optimal

  • 07 Jul 2026 15:28 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Kepala Inspektorat Kabupaten Kaimana, Fredy S. Zaluchu, menilai pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendamping Program Khusus Satu Miliar Satu Kampung (Samisaka) berjalan dengan baik dan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas pendamping dalam mengawal pembangunan di tingkat kampung.

Menurut Fredy, Bimtek memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman teknis kepada para pendamping sekaligus memperkuat tanggung jawab mereka dalam mendampingi pelaksanaan Program Samisaka agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Program ini membutuhkan pendamping yang memiliki pemahaman yang baik terhadap mekanisme perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan, sehingga setiap tahapan dapat berjalan secara efektif dan akuntabel," ujarnya.

Fredy menjelaskan bahwa Peraturan Bupati Kaimana Nomor 7 Tahun 2026 telah mengatur secara jelas sistem pengawasan berjenjang yang wajib dipahami oleh seluruh pendamping kampung.

"Dalam aturan tersebut sudah ada struktur pengawasan yang jelas. Pendamping kampung diharapkan menjadi ujung tombak, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan program di lapangan," katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan Program Satu Miliar Satu Kampung sangat bergantung pada kualitas kerja para pendamping. Tugas mereka tidak hanya sebatas membantu administrasi, tetapi juga memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai regulasi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, Fredy mengingatkan agar para pendamping tidak bekerja secara tertutup maupun menghindari proses pengawasan. Menurutnya, koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Inspektorat Kabupaten Kaimana, merupakan hal yang sangat penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program.

"Pendamping tidak boleh alergi untuk berkoordinasi dengan OPD terkait maupun Inspektorat agar tidak mengalami kebingungan ketika menghadapi persoalan di lapangan," tegasnya.

Ia menambahkan, dinamika pembangunan kampung ke depan akan menghadirkan berbagai tantangan yang membutuhkan keputusan secara cepat, tepat, dan sesuai aturan. Tanpa koordinasi yang baik, potensi terjadinya kesalahan administrasi maupun kebijakan akan semakin besar.

Melalui Bimtek tersebut, para pendamping diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai tata kelola Program Samisaka, menjaga integritas dalam menjalankan tugas, serta mampu melaksanakan fungsi pendampingan dan pengawasan secara profesional.

"Banyak persoalan akan muncul di lapangan dan berbagai kebijakan harus diambil. Di situlah pentingnya koordinasi agar pelaksanaan program tetap berjalan sesuai aturan dan tujuan pembangunan kampung dapat tercapai," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....