Kenaikan BBM Hambat Operasional Kapal Perintis Kaimana

  • 19 Jun 2026 07:41 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana -;Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kaimana, Papua Barat, hingga kini belum dapat memastikan jadwal pelayaran dua unit kapal perintis yang disiapkan untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat di sejumlah wilayah pesisir dan kepulauan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kaimana, Daniel Irto Bato, mengatakan penundaan operasional kapal perintis tersebut disebabkan oleh tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite non-subsidi yang mengalami kenaikan signifikan.

“Untuk saat ini kami belum bisa mengoperasikan kapal karena harga BBM terlalu tinggi. Sebelumnya harga Dexlite sekitar Rp16.500 per liter, sekarang sudah naik menjadi Rp26.500 per liter,” ujar Daniel saat dikonfirmasi, Kamis.

Menurutnya, kenaikan harga BBM tersebut berdampak langsung terhadap biaya operasional kapal sehingga anggaran yang telah disiapkan sebelumnya tidak lagi mencukupi untuk mendukung pelayaran secara optimal.

Daniel menjelaskan bahwa pada prinsipnya anggaran operasional kapal perintis telah tersedia. Namun, adanya lonjakan harga BBM membuat pemerintah daerah perlu melakukan penyesuaian anggaran agar pelayanan transportasi laut tetap dapat berjalan.

“Anggarannya sebenarnya sudah ada, tetapi karena kenaikan harga BBM yang cukup tinggi, kami harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Bappeda, Inspektorat, BPKAD, dan DPRK untuk penambahan anggaran,” katanya.

Ia menambahkan, koordinasi lintas instansi tersebut diperlukan agar proses perubahan anggaran dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan operasional kapal dapat segera dilaksanakan.

Dua unit kapal perintis milik pemerintah daerah tersebut direncanakan melayani sejumlah rute yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat, di antaranya menuju Lobo, wilayah Teluk Etna yang meliputi Avona, Kayu Merah dan Kiruru, kemudian Distrik Buruway yang mencakup Adijaya, Kambala dan Buruway Dalam, serta kawasan Arguni Bawah dan Arguni Atas.

Menurut Daniel, keberadaan kapal perintis sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi barang dan kebutuhan pokok ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau transportasi darat.

Karena itu, pihaknya terus berupaya mencari solusi agar kapal perintis dapat segera beroperasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi saat ini. Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan akan berupaya semaksimal mungkin agar pengoperasian kapal perintis bisa segera berjalan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....