Tanam Padi Berbasis Desa Didorong Wujudkan Kemandirian Pangan
- 30 Mei 2026 13:58 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Fakfak – Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, mendorong penguatan program tanam padi berbasis desa sebagai langkah strategis mewujudkan kemandirian pangan daerah. Ia menekankan pentingnya membangun sistem pertanian yang dimulai dari kampung-kampung agar kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi secara mandiri.
Menurutnya, apabila setiap kampung mampu mengembangkan sedikitnya dua hektare lahan padi, maka target pemenuhan kebutuhan pangan daerah akan lebih mudah tercapai. Ia juga menilai antusiasme masyarakat terhadap budidaya padi terus meningkat seiring keberhasilan panen yang telah dirasakan di sejumlah kampung.
Alexander menjelaskan, beberapa kampung yang sebelumnya belum tertarik mengembangkan persawahan kini mulai aktif membuka dan mengelola lahan setelah melihat hasil nyata dari program yang telah berjalan.
Meski demikian, pengembangan sektor pertanian masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan alat penggiling padi. Mesin yang tersedia saat ini umumnya berukuran besar sehingga kurang efektif digunakan oleh petani di tingkat kampung.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya merencanakan pengadaan mesin penggiling padi portable berukuran kecil agar lebih mudah dioperasikan dan mendukung pengolahan hasil panen secara mandiri oleh petani.
Alexander berharap dukungan DPR Papua Barat dapat membantu penyediaan sarana tersebut sehingga produktivitas petani meningkat dan distribusi hasil panen menjadi lebih efisien.
Selain pengembangan padi, ia juga menyoroti potensi komoditas endemik daerah yang telah dipatenkan pemerintah. Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap nilai ekonomi dan manfaat komoditas tersebut masih perlu ditingkatkan.
Sebagai upaya edukasi, Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kaimana tengah menyiapkan buku panduan yang memuat informasi budidaya hingga pascapanen komoditas lokal. Buku tersebut diharapkan menjadi referensi bagi petani dalam meningkatkan kualitas dan nilai tambah hasil produksi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....