Kepala Distrik Kambrauw Soroti Minimnya Dukungan Pemerintah Daerah

  • 23 Mei 2026 04:26 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Kepala Distrik Kambrauw, Vence E Septory, menyoroti minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap distrik, khususnya terkait keterbatasan anggaran, pelimpahan kewenangan, hingga kekurangan aparatur sipil negara (ASN) dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan di wilayah distrik.

Menurutnya, sejak dirinya dilantik hingga saat ini, perhatian pemerintah terhadap distrik dinilai belum maksimal sehingga berdampak pada pelaksanaan tugas pemerintahan di tingkat distrik.

“Selama ini kami melihat perhatian terhadap distrik masih sangat kurang, terutama berkaitan dengan anggaran dan kewenangan. Apalagi saat ini ada kebijakan efisiensi anggaran sehingga membuat kondisi distrik semakin terbatas,” ujarnya kepada RRI.co.id di gedung pertemuan Kroy Kaimana belum lama ini.

Ia mengatakan, keterbatasan anggaran menjadi hambatan utama dalam menjalankan berbagai program pelayanan masyarakat dan pembangunan di Distrik Kambrauw. Hingga kini, kata dia, distrik belum memperoleh pelimpahan kewenangan yang memadai dari pemerintah kabupaten.

“Banyak tanggung jawab diberikan kepada distrik, tetapi kami tidak bisa menjalankannya secara maksimal karena tidak didukung kewenangan dan struktur jabatan yang lengkap,” katanya.

Vence menjelaskan, saat ini jabatan definitif di Distrik Kambrauw hanya kepala distrik dan sekretaris distrik, sementara posisi jabatan lainnya masih kosong. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan tugas pemerintahan tidak berjalan optimal.

“Di bawah kami tidak ada pejabat lain yang mendukung pelaksanaan tugas. Akibatnya kami kewalahan karena tugas-tugas staf juga harus dikerjakan pimpinan distrik,” jelasnya.

Selain kekurangan personel, pihaknya juga menghadapi keterbatasan anggaran operasional. Ia menyebut kebutuhan anggaran distrik mencapai lebih dari Rp2 miliar untuk mendukung berbagai kegiatan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

“Selama ini kami hanya menerima gaji, sementara dukungan kegiatan hampir tidak ada. Ini yang menjadi kesulitan kami dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap distrik sebagai ujung tombak pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.

“Kalau distrik tidak diperhatikan, maka pembangunan dan kemajuan daerah juga tidak akan berjalan maksimal. Distrik harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tegasnya.

Vence juga menyoroti penempatan ASN yang dinilai masih menumpuk di wilayah kota, sementara distrik kekurangan pegawai. Menurutnya, sejumlah ASN di Distrik Kambrauw sebenarnya telah memenuhi syarat untuk menduduki jabatan tertentu, namun hingga kini belum pernah dilantik.

“ASN di distrik ada dan memenuhi syarat, baik pangkat maupun masa kerja. Tetapi sampai sekarang belum ada pelantikan untuk mengisi jabatan kosong,” katanya.

Selain itu, ia meminta pemerintah daerah memperhatikan sarana dan prasarana penunjang bagi ASN di distrik, termasuk pembangunan rumah dinas bagi pegawai.

“Kami sudah mengusulkan rumah dinas, tetapi sampai hari ini belum ada tanggapan. Bahkan rumah kepala distrik dan sekretaris distrik juga sudah tidak layak,” ujarnya.

Ia berharap ke depan seluruh jabatan di distrik dapat segera diisi dan fasilitas pendukung pemerintahan diperhatikan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik dan maksimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....