Sekolah Diliburkan akibat Kabut Asap, Penyaluran MBG Dihentikan sementara
- 02 Okt 2026 11:32 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana – Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kaimana dihentikan sementara selama sekolah menerapkan pembelajaran dari rumah atau daring akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Kaimana, Adi Prasetyo, mengatakan penghentian penyaluran tersebut dilakukan karena adanya surat edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Kaimana yang menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di berbagai jenjang untuk melaksanakan kegiatan belajar dari rumah mulai tanggal 2 hingga 9 oktober 2026.
Menurut Adi, pihak MBG tidak menyalurkan makanan selama peserta didik tidak mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah. Kebijakan tersebut mengacu pada petunjuk teknis pelaksanaan program MBG yang tidak memperbolehkan makanan dibawa pulang oleh siswa.
“Apabila sekolah diliburkan, kita juga tidak membagikan MBG, karena sesuai dengan juknis kami makanan tidak boleh dibawa pulang,” ujar Adi saat dikonfirmasi Jumat, 2 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut juga telah dikoordinasikan berdasarkan arahan pimpinan. Selain persoalan teknis penyaluran, penghentian sementara dilakukan untuk menghindari potensi persoalan apabila makanan dibagikan ketika siswa tidak berada di sekolah.
“Kalau anak-anak tidak sekolah maka kita tidak membagikan MBG. Takutnya ada hal-hal yang terjadi,” jelasnya.
Untuk Kabupaten Kaimana, program MBG saat ini membawahi enam dapur yang melayani penerima manfaat di sejumlah wilayah. Seluruh dapur tersebut tidak melakukan penyaluran selama kebijakan pembelajaran dari rumah masih diberlakukan.
Adi mengatakan penyaluran MBG akan kembali dilakukan setelah terdapat kebijakan baru dari Dinas Pendidikan mengenai pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah.
Sementara terkait kemungkinan adanya penyaluran secara rapel setelah siswa kembali masuk sekolah, Adi mengaku hingga kini belum menerima petunjuk teknis maupun arahan resmi dari pimpinan.
“Kalau terkait rapelan MBG, belum ada petunjuk. Untuk sekarang kemungkinan besar sudah tidak ada rapelan penyaluran MBG. Namun nanti saya akan koordinasikan kembali dengan pimpinan,” katanya.
Ia menegaskan pihak MBG akan mengikuti setiap kebijakan pemerintah daerah dan petunjuk dari pimpinan selama kondisi kabut asap masih menjadi perhatian. Penyaluran akan dilakukan kembali setelah sekolah dinyatakan dapat melaksanakan kegiatan belajar secara normal.
Dengan demikian, enam dapur MBG di Kabupaten Kaimana untuk sementara tidak menyalurkan makanan kepada peserta didik hingga adanya edaran atau kebijakan terbaru dari Dinas Pendidikan terkait pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....