Kabut Asap Selimuti Kaimana, BPBD: Kualitas Udara Sudah Tidak Sehat

  • 21 Sep 2026 19:06 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kaimana. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaimana mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk kualitas udara. Kepala BPBD Kaimana, Hans Janes Melchior Litaay, meminta masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama warga yang bepergian menggunakan kendaraan roda dua maupun berjalan kaki.

“Yang ingin kami imbau kepada masyarakat, kalau keluar rumah atau mau ke mana-mana supaya bisa gunakan masker,” kata Hans Litaay di Ruang Rapat Kantor Bupati Kaimana, Senin 21 September 2026.

Hans menjelaskan, kondisi kualitas udara di Kaimana saat ini mengalami penurunan akibat tingginya konsentrasi polutan dan partikulat yang berasal dari asap kebakaran hutan dan lahan.

Menurut dia, informasi dari BMKG Kaimana juga telah mengeluarkan imbauan terkait penurunan kualitas udara di wilayah Kabupaten Kaimana. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat karena dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama sistem pernapasan. “Saat ini partikel udara sudah tidak sehat lagi,” ujarnya.

Untuk meminimalkan dampak buruk akibat memburuknya kualitas udara, BPBD Kaimana menyarankan masyarakat menggunakan masker standar, seperti N95, apabila terpaksa melakukan aktivitas di luar ruangan.

Selain penggunaan masker, masyarakat juga diminta mengurangi mobilitas di luar ruangan. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil dan lanjut usia.

Hans menyebut, mulai terdapat peningkatan kasus ISPA atau gangguan pernapasan di sejumlah lokasi. Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kensi dan Eregara di Distrik Arguni Atas.

“Kemarin kita ke Arguni Atas mengecek lokasi titik kebakaran hutan dan lahan di Kensi dan Eregara. Sekalian kami membawa masker dan langsung membagikannya kepada masyarakat setempat,” katanya.

Selain membagikan masker, BPBD Kaimana juga menyerahkan dua unit alat pemadam berupa alkon kepada masyarakat. Peralatan tersebut disiapkan untuk membantu warga mengantisipasi kebakaran lahan yang lokasinya berdekatan dengan permukiman.

Hans juga mengimbau masyarakat memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga hidrasi dan membantu mengurangi dampak paparan asap pada tenggorokan. Ia meminta masyarakat menghentikan pembakaran sampah maupun lahan karena berpotensi memunculkan titik api baru dan memperparah kondisi kabut asap di Kaimana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....