Pemkab Kaimana Tetapkan Status Tanggap Darurat, 170 Hektare Lahan Terbakar
- 21 Sep 2026 18:38 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana — Pemerintah Kabupaten Kaimana menetapkan status tanggap darurat sebagai respons terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kaimana. Keputusan tersebut dibahas dalam rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Kaimana, Senin 21 September 2026.
Bupati Kaimana Drs. Hasan Achmad mengatakan pemerintah daerah akan mengambil langkah cepat untuk menangani kondisi darurat akibat kebakaran hutan dan lahan. Langkah tersebut tidak hanya diarahkan pada pemadaman, tetapi juga penanganan dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat.
“Kita akan secara cepat mengambil langkah-langkah untuk tanggap darurat terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan di Kaimana. Kemudian juga kita akan mengambil langkah cepat untuk mengatasi dampak sosial ekonomi dari kebakaran lahan,” kata Hasan kepada sejumlah awak media.
Menurut Hasan, salah satu dampak yang perlu segera ditangani adalah rusaknya kebun-kebun milik masyarakat akibat kebakaran. Pemerintah daerah akan menyiapkan bantuan berupa bahan makanan dan peralatan produksi bagi warga yang terdampak, termasuk peralatan untuk mengelola sagu di sekitar kampung-kampung.
Hasan mengatakan status penanganan Karhutla di Kabupaten Kaimana kini telah ditingkatkan menjadi tanggap darurat. Pemerintah daerah mengambil langkah tersebut setelah menerima laporan mengenai kondisi kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaimana, luas lahan yang terbakar sementara mencapai sekitar 170 hektare. Bupati menyebut angka tersebut masih dapat bertambah karena identifikasi lapangan masih terus dilakukan.
Kebakaran tersebut antara lain terjadi di wilayah Kensi dan Eregara. Dari sejumlah titik yang teridentifikasi, wilayah Kensi disebut menjadi lokasi dengan luasan kebakaran paling besar berdasarkan pendataan yang dilakukan sebelumnya.
Pemkab Kaimana sebelumnya telah mengirimkan peralatan dan bantuan untuk mendukung upaya pemadaman di lokasi yang masih dapat dijangkau. Namun, keterbatasan peralatan membuat sejumlah titik kebakaran belum dapat ditangani secara maksimal.
Selain keterbatasan peralatan, mobilitas menuju lokasi kebakaran juga menjadi kendala. Hasan mengatakan kendaraan milik masyarakat memang tersedia, tetapi penggunaannya masih mengalami kesulitan untuk mendukung mobilisasi secara cepat ke lokasi kebakaran.
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi, Sekda Kaimana Donald R. Wakil, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Yacob Ahimza Ire Warere, Kepala BPBD Hans Janes Melchior Litaay, Kepala Dinas Pertanahan, Perumahan dan Kawasan Permukiman Syaiful S. Hamka, Kepala Bagian Kesra Setda Kaimana Yoyon Fahri Nisfu, serta sejumlah staf dari organisasi perangkat daerah terkait. Pemerintah juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat membuka lahan dan tidak menggunakan cara membakar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....