Pelabuhan Kaimana Berbenah, Arus Penumpang dan Logistik Meningkat

  • 17 Sep 2026 16:48 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana – Pelabuhan Laut Kaimana, Papua Barat, terus berbenah dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan terlihat tidak hanya pada kualitas pelayanan publik, tetapi juga meningkatnya pergerakan penumpang, bongkar muat barang hingga pembangunan sejumlah fasilitas penunjang. Kepala Unit Pelaksana Pengoperasional Pelabuhan Laut (KUPPPL) Kaimana, Jemmy Samori, S.H., mengatakan perkembangan tersebut menjadi salah satu gambaran meningkatnya aktivitas transportasi laut di wilayah Kaimana. Pernyataan itu disampaikan usai upacara Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tahun 2026 di halaman parkir Pelabuhan Laut Kaimana, Kamis 17 September 2026.

Menurut Jemmy, perubahan paling terasa dalam sekitar empat tahun terakhir berada pada sisi pelayanan. Pembenahan dilakukan untuk memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jasa kepelabuhanan.

“Banyak hal yang mengalami perubahan di Pelabuhan Kaimana. Tidak seperti yang lalu-lalu. Perubahan yang nampak kita lihat adalah kondisi pelabuhan mengalami perubahan yang cukup besar, salah satunya pelayanan publik masyarakat,” ujarnya.

Selain pelayanan, jumlah penumpang yang menggunakan fasilitas tersebut juga menunjukkan peningkatan dalam setahun terakhir. Pergerakan komoditas turut bertambah, sejalan dengan potensi sumber daya alam Kaimana yang semakin terhubung dengan daerah lain melalui jalur laut.

Jemmy menyebut Kaimana memiliki peran sebagai salah satu pemasok kebutuhan bagi Kabupaten Mimika. Berbagai komoditas lokal, seperti pisang, daging, udang dan hasil alam lainnya, dikirim secara rutin menggunakan kapal.

“Arus logistik untuk kebutuhan di Mimika juga mengalami peningkatan. Kapal-kapal Sabuk Nusantara yang datang dari minggu ke minggu juga menunjukkan peningkatan suplai kebutuhan untuk Kabupaten Mimika,” jelasnya.

Pertumbuhan aktivitas tersebut berjalan beriringan dengan pembangunan sarana kepelabuhanan. Menurut Jemmy, dukungan pemerintah pusat selama periode 2024 hingga 2026 menjadi salah satu faktor yang mendorong percepatan pembenahan fasilitas di kawasan tersebut.

Salah satu pekerjaan utama berupa pembongkaran dermaga lama yang dinilai sudah tidak memadai. Fasilitas tersebut kemudian dibangun kembali dengan kapasitas dan fungsi yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional.

Saat ini, sejumlah dermaga telah memiliki peruntukan berbeda. Dermaga umum disiapkan untuk kapal berukuran besar, termasuk kapal kontainer dan penumpang. Sementara fasilitas multipurpose dapat melayani kapal hingga sekitar 5.000 GT, termasuk armada Sabuk Nusantara.

“Jadi kita melakukan pemisahan fungsi dermaga. Ada dermaga untuk kapal-kapal besar, kapal kontainer dan kapal penumpang. Ada juga dermaga untuk kapal penugasan, kemudian ada dermaga khusus yang spesialis melayani kebutuhan pembangunan,” katanya.

Salah satu fasilitas pendukung pembangunan tersebut adalah Dermaga Plencengan. Infrastruktur ini diproyeksikan melayani distribusi material seperti pasir dan batu yang selama ini banyak dipasok dari luar Kaimana menggunakan kapal tongkang.

Pekerjaan fisik Dermaga Plencengan telah rampung. Namun, tujuh unit mooring dolphin masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan tuntas pada tahun anggaran 2027. Fasilitas itu berfungsi mendukung sistem tambat kapal sehingga kegiatan operasional dapat berlangsung lebih aman. “Kalau pembangunan mooring dolphin tujuh unit ini selesai pada tahun 2027, maka dermaga ini sudah siap untuk dioperasikan,” ujarnya.

Penguatan fasilitas tersebut juga diarahkan untuk menghadapi peluang investasi berskala besar yang berpotensi masuk ke Kaimana, termasuk sektor minyak dan gas. Jemmy menyebut kesiapan infrastruktur laut menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan investor.

“Kami bekerja keras untuk mempersiapkan infrastruktur bidang transportasi laut ini agar mampu memberikan pelayanan bagi investor-investor yang akan masuk ke Kaimana, termasuk migas yaitu PT Petronas,” ungkapnya.

Dengan berbagai pembenahan itu, Pelabuhan Kaimana diharapkan berkembang bukan sekadar sebagai titik pergerakan orang dan barang, tetapi turut memperkuat konektivitas serta mendorong aktivitas ekonomi daerah.

Jemmy mengajak masyarakat ikut merawat fasilitas yang telah dibangun pemerintah dan mengutamakan keselamatan ketika melakukan perjalanan melalui jalur laut.

“Tugas kami adalah sebagai pelayan. Kami siap melayani masyarakat. Mari sama-sama kita menjaga fasilitas yang disiapkan oleh negara, menjaga fasilitas dan juga menjaga keselamatan diri dalam melaksanakan perjalanan di bidang transportasi,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....