Jurnalis Masuk Sekolah Bekali Siswa Kaimana Tangkal Berita Hoaks
- 13 Jul 2026 19:44 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kaimana kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi media di kalangan pelajar melalui program Jurnalis Masuk Sekolah. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMA Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Santo Thomas Aquino Kaimana, Kamis 9 Juli 2026 dan diikuti puluhan siswa baru dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Dalam kegiatan tersebut, PWI Kabupaten Kaimana menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua PWI Kaimana, Frederick Lamawuran, dan Sekretaris PWI Kaimana, Paskalis Junior Ohoiledjaan, yang membawakan materi tentang dasar-dasar jurnalistik serta kecerdasan dalam menggunakan media sosial.
Ketua Panitia MPLS SMA YPPK Santo Thomas Aquino, Wilhelmus Oladoko, mewakili pihak sekolah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PWI Kabupaten Kaimana yang telah bersedia berkolaborasi memberikan pembekalan kepada para peserta didik baru.
Menurutnya, membentuk karakter dan mendidik generasi muda bukanlah tugas yang mudah sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi profesi seperti PWI.
"Sebagai seorang guru, saya mengakui mendidik generasi muda bangsa ini bukan hal yang mudah. Diperlukan dukungan dan kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak," ujarnya.
Wilhelmus menjelaskan, pelaksanaan MPLS di SMA YPPK Santo Thomas Aquino berlangsung selama lima hari sesuai ketentuan Permendikbud. Berbagai materi diberikan kepada peserta, mulai dari pengenalan profil sekolah, lingkungan sekolah, wawasan Wiyata Mandala, etika, cerdas bermedia sosial, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga pembiasaan budaya 5S yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.
Ia menambahkan, pada tahun ajaran baru ini terdapat 88 siswa yang mendaftar, sementara 55 siswa telah mengikuti kegiatan MPLS.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Kaimana, Frederick Lamawuran, mengapresiasi SMA YPPK Santo Thomas Aquino yang telah membuka ruang bagi insan pers untuk berbagi pengetahuan kepada para siswa kelas X.
Menurutnya, program Jurnalis Masuk Sekolah merupakan bagian dari upaya PWI dalam meningkatkan literasi media sekaligus menanamkan budaya berpikir kritis kepada generasi muda.
"Kami hari ini menyampaikan dua materi penting, yaitu dasar-dasar jurnalistik dan cerdas dalam bermedia sosial," kata Frederick.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman mengenai jurnalistik sangat penting karena dapat membangun minat siswa dalam dunia kepenulisan, baik karya jurnalistik, sastra, cerpen maupun puisi.
Menurut Frederick, kemampuan menulis akan menjadi bekal penting bagi siswa selama menempuh pendidikan, karena berbagai aktivitas di sekolah membutuhkan kemampuan menyusun informasi secara baik, benar, dan bertanggung jawab sesuai kaidah jurnalistik.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru bagi generasi muda. Penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat memicu penyebaran informasi palsu atau hoaks yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun dampak sosial di masyarakat.
"Tantangan di era modernisasi saat ini semakin kompleks. Media sosial dapat memicu penyebaran isu dan berita hoaks yang berakibat fatal bahkan dapat berujung pada persoalan hukum," tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Frederick berharap para siswa mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
"Semoga dengan materi ini, siswa-siswi kelas X SMA YPPK Santo Thomas Aquino Kaimana dapat lebih bijak menggunakan media sosial, baik Facebook, X (Twitter), Instagram, WhatsApp, maupun TikTok, serta mampu memanfaatkan media digital untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....