Ketua Yayasan Generasi Emas Papua Ajak Pemda dan DPRK Bersinergi Bangun SDM Papua
- 29 Jul 2026 07:22 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana – Ketua Yayasan Generasi Emas Papua, Elia Kombado, mengajak Pemerintah Kabupaten Kaimana bersama DPRK Kaimana untuk membangun sinergi dalam mendukung pengembangan SMK Harapan Kaimana sebagai pusat pendidikan vokasi kesehatan. Menurutnya, membangun manusia Papua yang unggul merupakan tanggung jawab sejarah yang tidak dapat dipikul oleh satu lembaga saja.
Pernyataan tersebut disampaikan Elia Kombado saat memberikan sambutan pada peresmian SMK Harapan Kaimana yang berlangsung belum lama ini. Ia menegaskan bahwa Yayasan Generasi Emas Papua telah mempersiapkan berbagai kebutuhan dasar secara mandiri, mulai dari perizinan, tenaga pendidik hingga peserta didik, sehingga kini dibutuhkan dukungan nyata dari pemerintah daerah.
"Membangun manusia Papua yang unggul adalah sebuah tanggung jawab sejarah yang terlalu berat jika hanya dipikul oleh pundak Yayasan Generasi Emas Papua sendiri. Modal awal berupa perizinan resmi, kesiapan guru, dan siswa telah kami sediakan secara mandiri. Kini saatnya pemerintah daerah melalui eksekutif dan legislatif hadir menyediakan akselerasi yang nyata," ujar Elia.
Selaku pimpinan yayasan, Elia mengajak Pemerintah Kabupaten Kaimana dan DPRK Kaimana untuk membangun komitmen strategis melalui tiga langkah konkret guna memperkuat keberlangsungan SMK Harapan Kaimana sebagai lembaga pendidikan yang mencetak tenaga kesehatan berkualitas.
Langkah pertama yang diusulkan adalah sinergi regulasi dan perlindungan terhadap peserta didik, khususnya anak-anak asli Papua. Ia berharap pemerintah daerah bersama DPRK dapat merumuskan skema beasiswa yang dianggarkan secara berkelanjutan bagi siswa SMK Harapan Kaimana.
"Kami mengajak pemerintah daerah memformulasikan skema beasiswa berkala yang dianggarkan bersama DPRK, khusus untuk SMK Harapan Kaimana, terutama bagi anak-anak asli Papua. Dengan demikian, tidak ada satu pun mutiara Papua yang gagal menjadi tenaga medis hanya karena terkendala keterbatasan biaya," katanya.
Usulan kedua adalah dukungan hibah infrastruktur pendidikan serta penyediaan lahan permanen bagi pengembangan sekolah. Menurut Elia, keberadaan fasilitas yang memadai akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan pengembangan sekolah di masa mendatang.
Sementara langkah ketiga adalah membangun kemitraan dalam penyerapan tenaga kerja lokal. Ia berharap lulusan SMK Harapan Kaimana nantinya dapat memperoleh kesempatan bekerja di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan maupun sektor terkait, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Papua.
Elia optimistis, dengan kolaborasi yang kuat antara yayasan, pemerintah daerah, DPRK, dan seluruh pemangku kepentingan, SMK Harapan Kaimana dapat menjadi wadah lahirnya generasi muda Papua yang profesional, berdaya saing, dan siap menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di tingkat regional maupun nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....