Kenali Jenis-Jenis Jamur yang Dapat Dikonsumsi

  • 30 Jun 2026 20:52 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID , Kaimana - Jamur telah lama menjadi bahan makanan favorit di berbagai belahan dunia. Selain karena teksturnya yang unik—sering kali kenyal mirip daging—jamur juga digemari karena memiliki rasa gurih alami yang khas, atau yang sering disebut sebagai rasa umami.

Tak hanya lezat, jamur juga dikenal sebagai bahan pangan yang rendah kalori dan lemak, namun kaya akan serat, protein, vitamin B kompleks, serta antioksidan. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua jamur di alam bebas aman untuk dimakan. Dari ribuan spesies jamur yang ada, hanya sebagian kecil yang aman dikonsumsi manusia, sementara sisanya bisa sangat beracun.

Melansir dari beberapa sumber diantaranya Hello sehat.com berikut kenali jenis-jenis jamur populer yang aman dan lezat untuk dikonsumsi berikut ini!

1. Jamur Tiram (Oyster Mushroom)

Jamur tiram adalah salah satu jenis jamur yang paling mudah ditemukan di pasar tradisional maupun swalayan di Indonesia. Jamur ini memiliki bentuk tudung lebar menyerupai cangkang tiram dengan warna putih hingga krem.

  • Karakteristik & Rasa: Teksturnya lunak dan sedikit kenyal saat dimasak. Rasanya cenderung lembut dan netral, sehingga sangat mudah menyerap bumbu masakan.

  • Cara Mengolah: Sangat cocok diolah menjadi jamur krispi, tumisan, campuran sup, atau disuwir sebagai bahan isi tahu walik dan takoyaki.

2. Jamur Kancing (Button Mushroom / Champignon)

Jamur kancing merupakan salah satu jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Berbentuk bulat mirip kancing baju berukuran besar dengan batang yang pendek. Jamur kancing umumnya tersedia dalam dua warna, yaitu putih bersih dan cokelat muda (cremini).

  • Karakteristik & Rasa: Memiliki tekstur yang cukup padat dan juicy. Ketika dimasak, jamur kancing mengeluarkan aroma sedap yang khas.

  • Cara Mengolah: Sering digunakan sebagai topping pizza, campuran saus pasta (seperti bolognese atau carbonara), piza, tumis daging sapi, atau dipanggang utuh dengan mentega.

3. Jamur Kuping (Wood Ear Mushroom)

Sesuai namanya, jamur ini memiliki bentuk lebar, bergelombang, dan tipis layaknya daun telinga manusia. Jamur kuping biasanya tumbuh di batang kayu yang lapuk dan sering dijual dalam bentuk kering (perlu direndam air hangat sebelum dimasak) atau segar. Warna jamur ini umumnya cokelat tua kehitaman.

  • Karakteristik & Rasa: Jamur kuping sangat unik karena teksturnya yang sangat renyah dan kenyal (crunchy) saat dikunyah, meskipun rasanya sendiri cenderung tawar.

  • Cara Mengolah: Menjadi bahan wajib dalam masakan sup kimlo, tekwan, capcay, atau masakan berkuah khas Asia lainnya.

4. Jamur Shiitake (Hioko)

Jamur yang sangat populer dalam kuliner Jepang dan Tiongkok ini memiliki tudung berwarna cokelat tua dengan tekstur permukaan yang agak berbulu halus atau retak-retak indah.

Karakteristik & Rasa: Jamur shiitake memiliki aroma yang sangat kuat dan rasa gurih umami yang pekat. Teksturnya agak liat mirip daging, membuatnya sering dijadikan alternatif pengganti daging bagi para vegetarian.

  • Cara Mengolah: Sangat nikmat dijadikan campuran sup miso, kaldu ramen, tumisan, atau dikukus bersama ayam dan nasi (nasi tim).

5. Jamur Enoki (Golden Needle Mushroom)

Jamur enoki memiliki penampilan yang sangat mencolok dan mudah dikenali: batangnya kecil-kecil panjang mirip tauge dengan tudung super kecil di ujungnya, serta tumbuh dalam rumpun yang padat.

Karakteristik & Rasa: Teksturnya garing dan renyah jika dimasak dengan benar. Jamur ini cepat sekali matang karena ukurannya yang ramping.

  • Cara Mengolah: Sangat populer dijadikan hidangan hotpot (seperti shabu-shabu atau suki), digoreng tepung hingga super renyah, atau dimasak dengan saus pedas manis ala Korea.

6. Jamur Merang (Straw Mushroom)

Jamur merang banyak dibudidayakan di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, biasanya tumbuh pada media merang (padi yang merang/tangkai jerami). Jamur ini berbentuk bulat telur saat masih muda dan dilindungi oleh selubung.

  • Karakteristik & Rasa: Memiliki tekstur yang lembut namun tetap padat di bagian dalamnya, dengan rasa yang manis alami dan gurih.

  • Cara Mengolah: Sering dijumpai dalam menu sup, tumis kangkung jamur, campuran mi ayam, atau diolah bersama saus tiram.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....