Lima Efek Samping Jahe bagi Tubuh yang Perlu Anda Waspadai

  • 27 Jun 2026 16:29 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Jahe telah lama dikenal sebagai salah satu rempah ajaib dengan segudang manfaat kesehatan. Mulai dari meredakan mual, menghangatkan tubuh, hingga mengatasi masuk angin, jahe hampir selalu menjadi andalan dalam ramuan herbal keluarga.

Namun, sama seperti hal baik lainnya, sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan tentu tidak akan berdampak baik. Di balik khasiatnya yang luar biasa, jahe menyimpan zat aktif kuat yang bisa memicu masalah kesehatan jika dikonsumsi dalam dosis yang keliru atau oleh orang dengan kondisi medis tertentu.

Bagi Anda pencinta wedang jahe atau jamu tradisional, berikut di rangkumdari bkum dari beberapa sumber sala satunya Hello sehat.com tentang lima efek samping jahe yang perlu Anda waspadai:

1. Memicu Gangguan Pencernaan dan Heartburn

Meski jahe sering digunakan untuk menenangkan perut mual, konsumsi jahe dalam jumlah berlebih (lebih dari 4–5 gram per hari) justru dapat memicu efek sebaliknya. Sifat pedas dan panas dari zat gingerol dalam jahe dapat mengiritasi lapisan lambung. Hal ini bisa menyebabkan perut kembung, kram, hingga sensasi terbakar di dada (heartburn) akibat asam lambung yang naik ke kerongkongan.

2. Risiko Pendarahan (Pengencer Darah Alami)

Jahe memiliki sifat antikoagulan alami, yang artinya ia bekerja mengencerkan darah dengan cara mencegah pembekuan darah. Bagi orang sehat, ini bisa membantu melancarkan sirkulasi. Namun, efek ini berbahaya bagi:

  • Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah (seperti warfarin atau aspirin).
  • Pasien yang akan atau baru saja menjalani operasi bedah.Mengonsumsi jahe berlebih dalam kondisi ini dapat meningkatkan risiko pendarahan yang sulit berhenti.

3. Penurunan Tekanan Darah yang Drastis (Hipotensi)

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan cara yang mirip dengan obat pemblokir saluran kalsium (calcium channel blockers). Jika Anda menderita hipertensi, ini mungkin terdengar bagus. Namun, jika Anda sudah mengonsumsi obat penurun tekanan darah atau memiliki kecenderungan tekanan darah rendah (hipotensi), jahe dapat membuat tekanan darah merosot terlalu drastis, menyebabkan pusing hingga pingsan.

4. Menurunkan Kadar Gula Darah Terlalu Rendah

Bagi penderita diabetes tipe 2, jahe dikenal mampu membantu menurunkan kadar gula darah. Efek sampingnya muncul ketika jahe dikonsumsi bersamaan dengan obat-obatan diabetes atau suntik insulin. Kombinasi tersebut dapat memicu hipoglikemia, yaitu kondisi di mana kadar gula darah merosot di bawah batas normal. Gejalanya meliputi tubuh gemetar, keringat dingin, jantung berdebar, dan pandangan kabur.

5. Risiko Komplikasi pada Kehamilan

Jahe sangat populer di kalangan ibu hamil untuk meredakan morning sickness (mual di pagi hari). Meskipun aman dalam dosis kecil (kurang dari 1 gram per hari), mengonsumsi jahe dalam dosis besar atau dalam bentuk suplemen pekat sangat tidak disarankan. Karena sifatnya yang merangsang sirkulasi dan mengencerkan darah, konsumsi jahe berlebih pada trimester awal dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kontraksi rahim atau perdarahan.

Berapa Batas Aman Konsumsi Jahe?

Para ahli kesehatan dan herbal merekomendasikan batas konsumsi jahe segar adalah maksimal 4 gram per hari (setara dengan 1–2 sendok teh jahe parut) untuk orang dewasa sehat. Bagi ibu hamil, batas amannya adalah maksimal 1 gram per hari dan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Kesimpulan : Jahe tetaplah rempah yang sangat sehat dan kaya akan antioksidan selama dikonsumsi dalam batas yang wajar. Kuncinya adalah moderasi. Jika Anda memiliki riwayat penyakit kronis, sedang mengonsumsi obat-obatan rutin dari dokter, atau sedang dalam masa kehamilan, ada baiknya untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam menakar porsi "si pedas yang menghangatkan" ini ke dalam menu harian Anda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....