Mitos atau Fakta Kolang-Kaling Mengandung Banyak Kolagen

  • 26 Mei 2026 20:56 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Kolang-kaling sering kali menjadi primadona, terutama saat bulan Ramadhan atau sebagai campuran es buah yang menyegarkan. Selain teksturnya yang kenyal dan rasanya yang khas, banyak orang percaya bahwa mengonsumsi kolang-kaling sangat baik untuk kesehatan sendi dan kecantikan kulit karena diklaim kaya akan kolagen.

Namun, apakah klaim tersebut benar secara ilmiah, ataukah hanya sekadar mitos yang berkembang di masyarakat? Mari kita bedah faktanya.

Memahami Apa Itu Kolagen

Sebelum melihat kandungan kolang-kaling, kita perlu memahami apa itu kolagen. Kolagen adalah jenis protein struktural utama yang ditemukan pada jaringan ikat tubuh, seperti kulit, tendon, tulang rawan, dan tulang.

Secara alami, kolagen hanya terdapat pada makhluk hidup dalam kelompok hewan (animalia) dan manusia. Sumber makanan yang kaya akan kolagen murni meliputi ceker ayam, kulit ikan, tulang sapi, dan gelatin yang berasal dari hewan. Tumbuhan dan buah-buahan tidak memproduksi kolagen.

Fakta Kandungan di Dalam Kolang-Kaling

Kolang-kaling adalah biji dari pohon aren (Arenga pinnata) yang telah diolah melalui proses perebusan dan perendaman. Karena berasal dari tanaman, secara ilmiah kolang-kaling tidak mengandung kolagen.

Jadi, anggapan bahwa kolang-kaling mengandung banyak kolagen adalah MITOS.

Meski demikian, tekstur kenyal pada kolang-kaling bukan berasal dari kolagen atau gelatin, melainkan dari kandungan galaktomanan. Galaktomanan adalah sejenis polisakarida (serat larut air) yang memiliki sifat membentuk gel.

Mengapa Kolang-Kaling Tetap Baik untuk Sendi dan Kulit?

Meskipun tidak mengandung kolagen secara langsung, mitos ini berkembang bukan tanpa alasan. Kolang-kaling terbukti secara klinis memiliki manfaat besar yang mirip dengan fungsi kolagen untuk tubuh. Berikut penjelasannya:

Meredakan Nyeri Sendi (Efek Galaktomanan): Kandungan galaktomanan dalam kolang-kaling memiliki sifat antiinflamasi (anti-radang). Zat ini bekerja membantu meredakan nyeri pada penderita osteoarthritis atau radang sendi, serta membantu melumasi persendian.

Mendukung Pembentukan Kolagen Tubuh: Kolang-kaling mengandung vitamin C dan beberapa asam amino. Vitamin C adalah zat yang mutlak diperlukan tubuh sebagai kofaktor untuk mensintesis atau memproduksi kolagen secara mandiri di dalam tubuh.

Kaya Kalsium dan Fosfor: Mineral ini sangat baik untuk menjaga kepadatan tulang, sehingga mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis) seiring bertambahnya usia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....