Biaya Melaut Naik, Nelayan Kaimana Tetap Cari Ikan

  • 05 Jun 2026 05:40 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terus terjadi tidak menyurutkan semangat para nelayan di Kabupaten Kaimana untuk tetap melaut. Demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga, mereka tetap berjuang mencari ikan meski harus menghadapi tingginya biaya operasional.

Salah seorang nelayan, Idhin Wuwur (34), mengaku hingga saat ini masih rutin melaut untuk mencari nafkah. Namun, tingginya harga BBM menjadi beban berat yang harus ditanggung para nelayan setiap kali turun ke laut.

“Kami masih melaut sampai hari ini. Kalau dibilang merasa beban karena minyak mahal, sudah pasti. Tapi mau bagaimana lagi, kita harus mencari. Mau mengeluh juga tidak tahu kepada siapa,” ujar Idhin saat ditemui di Pantai Air Merah, Kaimana.

Menurut Idhin, dalam satu kali perjalanan melaut ia membutuhkan sekitar 180 liter BBM untuk mengoperasikan perahu dan menjangkau daerah penangkapan ikan yang cukup jauh dari pesisir Kaimana.

BBM tersebut diperoleh dari pengecer dengan harga mencapai Rp16.000 per liter dan sebagian telah bercampur oli. Kondisi itu membuat biaya yang harus dikeluarkan nelayan semakin besar sebelum memperoleh hasil tangkapan.

“Sekali melaut bisa habis Rp2.880.000 hanya untuk minyak. Kalau ditambah bekal, bisa lebih dari tiga juta rupiah,” ungkapnya.

Di sisi lain, hasil tangkapan yang diperoleh belum mampu menutupi tingginya biaya operasional. Harga jual ikan di pasaran dinilai tidak mengalami kenaikan signifikan, sehingga keuntungan yang diperoleh nelayan semakin menipis.

“Harga ikan naik paling seribu rupiah. Kami berharap pemerintah bisa melihat kondisi ini dan memberikan perhatian,” katanya.

Untuk mengurangi pengeluaran, Idhin bersama sejumlah nelayan lainnya terpaksa menyiasati kondisi dengan bermalam di pulau-pulau sekitar lokasi penangkapan ikan, terutama saat cuaca kurang bersahabat atau hasil tangkapan belum mencukupi.

“Kalau hasil tangkapan sedikit, kami bisa bermalam empat sampai lima malam di pulau sebelum kembali ke kota,” tuturnya.

Para nelayan berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi guna meringankan beban mereka, baik melalui penyediaan BBM bersubsidi yang lebih mudah diakses maupun program bantuan lainnya. Dengan dukungan tersebut, sektor perikanan yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat pesisir Kaimana dapat terus bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....