SCAMPER: Strategi Sederhana Mahasiswa Menjadi Penulis Kreatif
- 23 Jul 2025 18:27 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Dalam dunia pendidikan masa kini, kreativitas bukan sekadar kemampuan tambahan. Kreativitas adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan global dan menyelesaikan masalah dengan cara yang inovatif (Chaudhary, 2003).
Mulai dari bidang seni hingga teknologi, kreativitas membuka pintu untuk berpikir di luar kebiasaan dan menghasilkan solusi yang segar. Di ruang kelas pun, pendekatan kreatif terbukti meningkatkan pemahaman, motivasi, dan kemampuan berpikir kritis para pelajar (Tamimi, 2024).
Salah satu cara seru yang kini mulai diterapkan dalam pembelajaran menulis adalah teknik SCAMPER. Pernah dengar? Teknik ini dikembangkan oleh Bob Eberle dan terdiri dari tujuh strategi kreatif: Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to Another Use, Eliminate, dan Reverse (Aziza, 2023).
Di mana fungsinya adalah membantu pelajar menghasilkan ide-ide baru dan menyusun teks secara lebih inovatif. Penelitian yang dilakukan terhadap mahasiswa di Politeknik Negeri Jember, menyoroti bagaimana SCAMPER diterapkan dalam mata kuliah Intermediate English.
Mata kuliah ini fokus pada pengembangan kemampuan menulis dan berbicara dalam bahasa Inggris dengan standar CEFR level B2. Dalam prosesnya, mahasiswa diajak untuk menulis teks prosedural seperti mendeskripsikan fitur produk dan membuat esai teknis yang merupakan keterampilan penting di dunia kerja.
Menariknya, saat SCAMPER digunakan dalam kelas English for Specific Purpose (ESP), mahasiswa lebih terdorong untuk berpikir kreatif dalam menulis (Aziza, 2023). Mereka tidak hanya belajar menyusun kalimat, tapi juga mengembangkan ide dari berbagai sudut pandang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik ini mampu meningkatkan daya cipta mahasiswa serta kualitas tulisan mereka, khususnya dalam konteks teknis sesuai jurusan.
SCAMPER bukan hanya relevan di dunia pendidikan, tapi juga banyak dipakai di industri seperti desain busana (Kamis et al., 2020), bisnis kopi di Kolombia (Perez, 2024), bahkan dalam pengajaran sains di sekolah.
Studi-studi terdahulu membuktikan bahwa SCAMPER bisa meningkatkan prestasi belajar, motivasi, dan kemampuan berpikir divergen yang merupakan kualitas yang sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman.
Jadi, kalau kamu ingin lebih jago menulis, tidak ada salahnya mencoba cara berpikir ala SCAMPER. Teknik ini bukan cuma soal mengganti atau menggabungkan ide, tapi soal membebaskan kreativitasmu untuk menjawab tantangan dengan gaya kamu sendiri.
Penulis:
Vigo Dewangga, S.S., M.Pd. (Dosen Program Studi Bahasa Inggris, Jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata, Politeknik Negeri Jember)