Pemkab Lumajang, FAO dan Unej Dorong Pengembangan Pisang Mas Kirana
- 13 Mar 2026 21:50 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Kabupaten Lumajang terus memperkuat pengembangan komoditas unggulan Pisang Mas Kirana yang selama ini dikenal sebagai salah satu pisang terbaik di dunia. Pengembangan tersebut mendapat dukungan dari Organisasi Pangan Dunia, Food and Agriculture (FAO) yang bekerja sama dengan Universitas Negeri Jember (Unej) melalui program One Country One Priority Product (OCOP).
Bupati Lumajang, Indah Amperawati yang akrab disapa Bunda Indah menyampaikan bahwa selama ini, di beberapa sentra pisang mas kirana di Lumajang masih ditemukan sejumlah kendala, salah satunya adalah banyaknya buah yang terafkir karena kualitas yang belum memenuhi standar. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi FAO dan Universitas Negeri Jember di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, pada hari Jumat (13/03/2026).
Menanggapi hal tersebut, Asisstant FAO Representative, Ageng Herianto menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan varietas pisang yang sangat beragam. Bahkan berdasarkan data FAO, pisang mas kirana dari Lumajang dinilai sebagai salah satu pisang terenak di dunia. Hal tersebut semakin memotivasi FAO untuk turut mendorong pengembangan komoditas tersebut agar semakin berdaya saing.
“Program OCOP sendiri telah mulai dijalankan oleh FAO dengan fokus pada peningkatan kualitas dan produktivitas pisang mas kirana. Dalam pelaksanaannya, FAO bersama Unej juga menyoroti pentingnya peningkatan pemeliharaan tanaman oleh para petani,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember (LP2M UNEJ), Yuli Witono, menyambut baik langkah yang diusulkan oleh FAO, namun dengan adanya penyelenggaraan bimbingan teknis (bimtek) bagi kelompok tani tentu semakin meningkatkan hasil produktivitas serta memahami teknik penanaman dan perawatan yang tepat. Selain itu, pengembangan laboratorium kultur jaringan juga menjadi salah satu opsi yang dapat membantu menghasilkan bibit berkualitas sehingga mutu pisang tetap terjaga.
“Kami dari UNEJ menyatakan siap bersinergi dengan FAO dan pemerintah daerah Kabupaten Lumajang untuk melakukan penelitian, pengembangan produk pisang mas kirana sehingga memudahkan akses ekspor serta meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk pisang mas kirana Lumajang.Program ini juga menjadi bagian dari proyek hilirisasi komoditas hortikultura, di mana Kabupaten Lumajang termasuk daerah yang masuk dalam pengembangan pisang mas kirana”, tambahnya.
Bunda Indah menyambut baik sinergi antara FAO, Universitas Jember, serta program CIES OCOP yang diharapkan dapat memperkuat pengembangan komoditas unggulan tersebut.
“Terima kasih atas dukungannya dari pihak FAO dan UNEJ, semoga pengembangan ini mampu mempertahankan kualitas pisang mas kirana serta meningkatkan pemahaman petani terkait teknologi kultur jaringan agar dapat berjalan secara berkelanjutan,” harapnya.(Kominfo/ Lmj-Aj)