Polisi Musnahkan 25 Kg Bahan Peledak Petasan

  • 03 Mar 2026 13:33 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Polres Bondowoso memusnahkan barang bukti bahan peledak diduga untuk membuat petasan atau mesiu seberat 25 kilogram di Desa Sumber Kokap, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, Selasa (3/3/2026).

Pemusnahan dilakukan di lokasi yang jauh dari permukiman warga karena daya ledak bahan tersebut dinilai sangat berbahaya. Barang bukti merupakan hasil Operasi Pekat yang sebelumnya diamankan petugas di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, dengan satu tersangka berinisial AR.

Kasatreskrim Polres Bondowoso, Iptu Wawan Triono, mengatakan petasan tersebut disita saat polisi mengamankan pelaku yang diduga hendak memperjualbelikan bahan peledak ilegal tersebut dari rumahnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, barang berbahaya itu rencananya akan dijual menjelang atau setelah Hari Raya Idul Fitri.

“Barang bukti berupa mesiu atau mercon ini kami amankan dalam Operasi Pekat di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, dengan satu tersangka berinisial AR,” ujar Wawan.

Ia menjelaskan, total berat bahan peledak mencapai sekitar 25 kilogram dan rencananya dijual dengan harga Rp5 juta. Petasan tersebut tidak akan dijual secara eceran, melainkan langsung dalam satu paket berat keseluruhan.

“Dari hasil interogasi, beratnya sekitar 25 kilogram dan rencananya akan dijual dengan harga Rp5 juta. Jadi dijual dalam bentuk utuh, tidak diecer,” ungkapnya.

Menurut Wawan, tersangka AR diketahui merupakan residivis kasus serupa. Polisi juga masih mendalami asal-usul bahan peledak yang diakui pelaku diperoleh dari seseorang berinisial S di wilayah Probolinggo.

“Pengakuan tersangka, barang itu didapat dari Probolinggo. Saat ini masih kami dalami untuk pemasoknya yang berinisial S,” tuturnya.

Proses pemusnahan dilakukan dengan metode disposal oleh tim Gegana Brimob Bondowoso yang dipimpin Danki Gegana AKP Haryanto. Kegiatan tersebut turut melibatkan personel Polsek Taman Krocok serta pihak Kejaksaan.

Wawan menegaskan lokasi pemusnahan sengaja dipilih jauh dari permukiman warga demi menghindari risiko ledakan. Ia menyebut daya ledak bahan peledak dengan berat tersebut sangat besar dan berpotensi membahayakan masyarakat.

“Kami cari tempat yang jauh dari pemukiman warga karena daya ledaknya luar biasa. Kalau 25 kilogram sangat besar sekali. Sebagai perbandingan, ledakan 1,5 kilogram di Situbondo saja sudah sangat kuat, apalagi ini 25 kilogram,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita