Dari Apple ke OpenAI, Babak Baru Jony Ive
- 28 Feb 2026 05:58 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Akuisi OpenAI terhadap startup perangkat AI yaitu io, berpotensi mengukuhkan kekayaan seorang desainer bernama Jony Ive. Menurut laporan forbes.com, Ive memiliki sekitar 11% saham di io dan diperkirakan akan menerima saham OpenAI senilai 715 juta dolar AS. Namun, saham tersebut tidak akan langsung cair karena tunduk pada skema vesting selama beberapa tahun dan masih menunggu persetujuan regulator.
Di luar saham dan kesepakatan terbaru, Ive juga memiliki kerajaan properti bernilai sekitar 100 juta dolar AS (bersih dari utang). Ive juga punya firma desainnya, LoveFrom, yang menghasilkan sekitar 200 juta dolar AS per tahun.
Akuisisi io disebut sebagai bagian penting dari strategi OpenAI untuk membangun lini perangkat keras berbasis AI. Startup io sendiri didirikan Ive bersama mantan kolega Apple seperti Scott Cannon, Evans Hankey, dan Tang Tan, dan berkembang dari kolaborasi dengan LoveFrom yang dimulai pada 2023.
Startup io sempat beroperasi secara tertutup (stealth) dengan 55 karyawan dan menghimpun pendanaan sekitar 225 juta dolar AS dari sejumlah investor, termasuk Sutter Hill Ventures, Emerson Collective, Thrive Capital, serta OpenAI yang sebelumnya sudah memiliki sekitar 23% saham. OpenAI perlu membayar sekitar 5 miliar dolar AS untuk 77% sisa saham io, kemungkinan dalam bentuk unit bagi hasil yang biasanya vesting selama empat tahun.
Detail produk yang dikembangkan masih dirahasiakan. Namun, Sam Altman sebagai CEO OpenAI menyebut misi io adalah menciptakan “keluarga perangkat” yang memungkinkan orang menggunakan AI untuk menghasilkan berbagai hal luar biasa.
Pasar perangkat AI konsumen bukan wilayah mudah. Meta dan Google telah mencoba lewat kacamata pintar, namun belum mencapai adopsi luas. Startup seperti Humane dan Rabbit juga mengalami tantangan, bahkan Ive pernah menyebut produk mereka sebagai “produk yang buruk” dalam wawancara dengan Bloomberg.
Lahir di London, Ive pindah ke AS pada 1992 dan kemudian menjadi sosok sentral desain Apple selama hampir tiga dekade. Ia berperan besar dalam desain iMac, iPhone, iPad, Apple Watch, hingga MacBook dan sistem operasi Apple.
Ive punya riwayat di Apple hingga 2019 dan mendirikan LoveFrom, nama yang konon terinspirasi dari percakapannya dengan Steve Jobs. Meski keluar, LoveFrom masih mengerjakan proyek desain untuk Apple hingga 2022 lewat kontrak multi-tahun senilai 100 juta dolar AS. Selain itu, LoveFrom juga bekerja untuk klien besar seperti Airbnb, Ferrari, dan Moncler.
Dalam beberapa tahun terakhir, Ive juga aktif mengakuisisi properti di San Francisco. Antara 2020 hingga 2024, ia menghabiskan hampir 150 juta dolar AS untuk properti komersial, termasuk pembelian Little Fox Theatre senilai 60 juta dolar AS.
Setelah merger rampung, LoveFrom akan tetap menjadi entitas terpisah namun bekerja berbasis kontrak untuk tim io/OpenAI. OpenAI praktis akan menjadi klien utama LoveFrom, dan firma desain tersebut tidak berencana menerima klien baru.
Kemitraan ini disebut memiliki dua sisi yakni LoveFrom sebagai sisi desain, dan io/OpenAI sebagai sisi rekayasa teknik. Ive sendiri tidak akan bergabung secara formal ke OpenAI, melainkan tetap memimpin arah kreatif dari LoveFrom.
Jika sejarah menjadi indikator, kolaborasi antara visi desain Ive dan kekuatan AI OpenAI bisa saja melahirkan perangkat revolusioner berikutnya, sebuah produk yang mungkin kembali mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi.