Harga Kedelai Naik, Pengusaha Menjerit

  • 27 Jan 2026 11:20 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso: Sejumlah pengusaha tahu di Kabupaten Bondowoso mengeluhkan kenaikan bahan baku sejak awal tahun. Diketahui, harga kedelai kini naik tajam hingga Rp 9.800 per kilogram. Kenaikan ini berdampak terhadap rumah usaha tahu di sudut kota Bondowoso. 

Adi Sucipto, pemilik pabrik tahu di Kecamatan Bondowoso mengatakan kenaikan harga ke delan sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Kenaikan terjadi secara berangsur-angsur dari Rp100. Sebelumnya harga kedelai yakni Rp8.000 per kilogram. 

"Naiknya itu Rp 100, terus berangsur," ujarnya dikonfirmasi pada Selasa (27/1/2026).

Ia menerangkan selama ini membeli kedelai di Pasar Tenggarang dengan jumlah hampir dua kwintal per hari. Dari jumlah itu pihaknya memproduksi tahu untuk dijual di beberapa pasar dan toko-toko. 

"Saya pakai kedalai impor," ujarnya. 

Kenaikan ini sudah pasti mempengaruhi keuntungan penjualan tahu. Karena jika menaikkan harga dikhawatirkan akan mengurangi daya beli masyarakat. Untuk itulah, kata pria akrab disapa Cip itu, pihaknya terpaksa memotong ukuran tahu yang dijual. 

"Kita ikut harga pasar, jadi ya tetap. Kalau dinaikkan langsung kasian pembeli," ujarnya. 

Meski begitu, dia menerangkan tak akan mengurangi delalan orang pekerjanya. Karena, kenaikan harga kedelai memang biasa terjadi. Baik setahun sekali atau pun saat musim hujan. 

"Kalau yang sekarang katanya karena dollar naik," pungkasnya.

Rekomendasi Berita