Dua Satwa yang Dianggap Punah Ditemukan Hidup di Hutan Papua
- 10 Mar 2026 08:28 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Sebuah penemuan mengejutkan datang dari hutan hujan terpencil di Papua Barat. Para peneliti berhasil menemukan kembali dua spesies mamalia langka yang selama ini dianggap telah punah selama ribuan tahun, yaitu possum kerdil berjari panjang (Dactylonax kambuayai) dan glider berekor cincin (Tous ayamaruensis).
Dikutip dari Kumparan.com, kedua hewan tersebut ditemukan di kawasan hutan hujan di Semenanjung Vogelkopf atau wilayah “Kepala Burung” Papua. Selama ini para ilmuwan meyakini bahwa spesies tersebut telah punah sekitar 6.000 tahun lalu, sehingga penemuan ini menjadi salah satu kejutan besar dalam dunia ilmu pengetahuan.
Possum kerdil berjari panjang merupakan hewan marsupial atau mamalia berkantung yang memiliki ciri unik pada jari keempat di tangannya. Jari tersebut jauh lebih panjang dibanding jari lainnya dan digunakan untuk menggali larva serangga di dalam kayu, yang menjadi sumber makanan utamanya. Tubuhnya kecil dengan bulu bergaris hitam dan putih serta kepala yang mirip tupai kecil.
Sementara itu, glider berekor cincin dikenal sebagai hewan yang mampu meluncur dari pohon ke pohon. Ekor kecil namun kuat memungkinkan hewan ini mencengkeram ranting saat bergerak di pepohonan. Hewan nokturnal ini biasanya hidup di lubang pohon tinggi dan memakan daun serta getah pohon.
Para ilmuwan menyebut penemuan kembali spesies yang sebelumnya dianggap punah sebagai “Lazarus taxon”, istilah yang menggambarkan organisme yang “muncul kembali” setelah lama tidak terlihat dalam catatan ilmiah. Menurut para peneliti, menemukan satu spesies saja sudah sangat langka, apalagi dua spesies sekaligus dalam satu wilayah penelitian.
Penemuan ini merupakan hasil kerja sama peneliti internasional dengan para peneliti dari Universitas Papua serta masyarakat adat setempat. Informasi dari warga lokal membantu tim peneliti menemukan habitat kedua hewan tersebut di kawasan hutan yang masih jarang tersentuh aktivitas manusia.
Para ilmuwan berharap temuan ini dapat menjadi dorongan kuat untuk melindungi hutan Papua yang kaya keanekaragaman hayati. Kawasan tersebut diyakini masih menyimpan banyak spesies langka yang belum teridentifikasi oleh ilmu pengetahuan.