Pemkab Lumajang Pantau Kondisi sembilan PMI di Arab Saudi
- 08 Mar 2026 21:55 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang - Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memantau kondisi sembilan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lumajang yang saat ini bekerja di Arab Saudi. Pemantauan dilakukan menyusul dinamika geopolitik global yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Lumajang Subhan mengatakan, sembilan PMI tersebut terdiri dari 8 tenaga kesehatan dan 1 pekerja restoran. Mereka berangkat melalui perusahaan resmi dalam kurun waktu 2024 hingga 2025.
Seluruh PMI yang tercatat dalam data pemerintah daerah merupakan pekerja yang berangkat secara prosedural melalui jalur resmi. Dengan demikian, keberadaan mereka dapat dipantau melalui mekanisme perlindungan pekerja migran.
“Kesembilan PMI tersebut tercatat berangkat melalui perusahaan resmi. Untuk yang berangkat secara tidak resmi tentu datanya tidak seluruhnya terpantau,” ujar Subhan, Minggu 8 Maret 2026.
Subhan menjelaskan, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap situasi yang berkembang di kawasan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para PMI asal Lumajang tetap berada dalam kondisi aman selama bekerja di luar negeri.
“Apabila situasinya membutuhkan langkah khusus, pemerintah pusat melalui perwakilan negara di luar negeri dapat mengambil tindakan perlindungan, termasuk pemulangan sesuai mekanisme perlindungan bagi PMI,” jelas Subhan.
Selain melakukan pemantauan, pemerintah daerah juga mengimbau para PMI asal Lumajang yang berada di Arab Saudi agar tetap waspada. Mereka diminta menjaga keselamatan serta terus menjalin komunikasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia apabila membutuhkan bantuan.
Melalui pemantauan berkelanjutan dan koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap seluruh PMI asal daerah tersebut dapat tetap bekerja dengan aman serta memperoleh perlindungan yang memadai selama berada di luar negeri.