Gerakan Pangan Murah Digelar di Tiga Titik
- 13 Feb 2026 12:09 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, bekerja sama dengan Bulog, Bank Indonesia, dan Rajawali Nusinda, melaksanakan Gerakan Pangan Murah di tiga titik, pada Jumat (13/2/2026).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo, Qurrotul Aini mengatakan, Gerakan Pangan Murah dilaksanakan di tiga tempat di antaranya di Pendopo Pate Alos Kecamatan Besuki, Kantor Kecamatan Asembagus dan Kantor Desa Kalibagor.
"Ini kan kegiatan serentak secara nasional. Tiga titik itu mewakila semua wilayah yakni wilayah timur di Asembagus, wilayah tengaj di Kalibagor, dan wilayah barat di Besuki," ujar Qurrotul Aini di sela kegiatan Gerakan Pangan Murah di Pendopo Pate Alos, Besuki.
Qurrotul Aini mengaku, Gerakan Pangan Murah secara nasional ini untuk membantu menekan harga beberapa bahan pokok yang mulai mengalami kenaikan harga menjelang bulan puasa yang diperkirakan dimulai pada 19 Februari 2026.
"Harga beberapa bahan pokok di pasaran sudah mengalami kenaikan, salah satunya daging ayam potong sudah mencapai Rp42.000 per kilogram. Di sini kita jual Rp36.000," bebernya.
Minyak goreng dijual dengan harga Rp15.000 per liter. Sementara harga di pasaran sudah tembus Rp19.000.per kilogram. Bawang putih dijual dengan harga Rp26.000 per kilogram, di pasaran harganya sudah Rp30.000.
"Kami juga menjual bawang merah Rp28.000 per kilogram, di pasar harganya sudah Rp30.000. Kalau harga beras di pasaran masih stabil ya. Di sini beras SPHP kami jual Rp57.000 untuk setiap kemasan Rp5 kilogram," ungkapnya.
Telur ayam juga dijual dengan harga murah, hanya Rp27.000 per kilogram. Sementara di pasaran harganya Rp30.000. Gula konsumi dijual dengan harga Rp15.000 per kilogram, di pasaran harganya masih Rp16.500.
"Semua kita jual di bawah harga pasar ya, sebagai upaya stabilisasi harga bahan pokok menielang Ramadhah 1447 Hijriah yang sudah mulai ada kenaikan," ucapnya.
Sementara itu, Ibu Rahmat mengaku senang bisa membeli beras dan minyak goreng dengan harga murah di Pendopo Pate Alos Besuki. Katanya, selisih harganya cukup lumayan, mulai dari Rp1000 hingga Rp4000 dalam per kilogramnya.
"Minyak Kita di sini hanya Rp15.000 per liter, di pasar, minyak goreng curah sudah Rp19.000 per kilogram. Bawang putih di pasaran Rp30.000 per kilogram, di sini hanya Rp26.000," bebernya.
Ia berharap, Gerakan Pangan Murah kembali digelar agar bisa membantu masyarakat khususnya yang kurang mampu. Karena selisih harga hingga Rp4000 itu, sangat berarti buat masyarakat yang ekonomi lemah.
"Semoga ada lagi ya, nanti saya beli lagi. Lumayan harganya murah, sangat membantu saya," ucapnya.
Sementara itu, Pemimpin Cabang Perum BULOG Bondowoso, yang juga membawahi Situbondo, Hesty Retno Kusumastuti mengaku Gerakan Pangan Murah ini digelar untuk memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng tetap aman dan terjangkau.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng tetap aman dan terjangkau," tegas Hesty.
Hesty mengemukakan bahwa Perum BULOG saat ini sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, untuk pelaksanaan Operasi Pasar Ramadan yang akan dilaksanakan di 17 kecamatan.
"Kami masih berkoordinasi dengan Pemkab Situbondo ya, untuk pelaksanaan Operasi Pasar Ramadhan di beberapa kecamatan," bebernya.
Informasi dihimpun RRI, Gerakan Pangan Murah menjual beberapa bahan pokok di antaranya beras SPHP sebanyak 9 ton, gula pasir 4 kuintal, daging ayam 3,2 kuintal, bawang merah 28 kg, minyak goreng 1.560 liter, bawang putih 26 kg dan telur 1,7 kuintal.