Ratusan Personel Amankan Lebaran Banyuwangi
- 12 Mar 2026 21:57 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Sebanyak 410 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Banyuwangi. Personel tersebut juga menyiapkan layanan penitipan kendaraan bagi warga yang akan mudik agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman.
Personel pengamanan berasal dari Polresta Banyuwangi, Kodim 0825, Pangkalan TNI AL, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, serta instansi terkait lainnya. Mereka disiagakan di 10 pos pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis.
Selain pos pengamanan, petugas juga ditempatkan di sejumlah objek vital seperti masjid, pusat perbelanjaan, tempat wisata, terminal, bandara, stasiun, hingga pelabuhan.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan mengatakan pengamanan tersebut merupakan bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2026 yang bertujuan memastikan seluruh aktivitas masyarakat selama Lebaran berjalan aman dan lancar.
“Operasi ini tidak hanya fokus pada arus mudik, tetapi seluruh aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan perayaan Idulfitri. Kami ingin memastikan semuanya berjalan aman dan lancar,” ujar Rofiq, Kamis, 12 Maret 2026.
Kapolresta juga menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan patroli rutin, khususnya pada jam dan titik rawan tindak kriminalitas. Selain itu, personel diminta melakukan pendataan rumah-rumah kosong yang ditinggal pemiliknya saat mudik serta membuka layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian.
“Sesuai instruksi Kapolri, kami wajib memastikan masyarakat yang bepergian saat Lebaran merasa aman dan nyaman, baik selama perjalanan maupun saat meninggalkan rumah,” ujar Rofiq.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyampaikan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap pengamanan Lebaran tahun ini. Pemkab Banyuwangi juga menyiagakan pos pelayanan kesehatan di sejumlah titik strategis, termasuk di kawasan Pelabuhan Ketapang, guna memberikan layanan medis bagi para pemudik.
“Kami pastikan layanan kesehatan siaga di jalur utama, pusat keramaian, dan kawasan wisata. Harapannya masyarakat bisa mudik dan berlibur dengan aman dan nyaman,” kata Mujiono.
Usai apel gelar pasukan, kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil operasi cipta kondisi. Barang bukti tersebut berasal dari kasus perjudian, narkotika, minuman keras, premanisme, hingga prostitusi yang berhasil diungkap menjelang Lebaran.