Apel Gelar Pasukan Pastikan Kesiapan Pengamanan Mudik-Balik Lebaran
- 12 Mar 2026 20:46 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Polres Situbondo, Jawa Timur, melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi operasi "Ketupat Semeru 2026" dalam rangka pelayanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, usai memimpin Apel Gelar Pasukan di Halaman Polres Situbondo mengatakan, apel ini untuk memastikan kesiapan petugas dalam rangka mengamankan arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026 yang akan berlangsung mulai 13 - 24 Maret 2026.
"Operasi Ketupat Semeru 2026 ini untuk menciptakan keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas khususnya pada saat arus mudik hingga balik Lebaran 1447 Hijriah," ujar Kapolres Bayu, Kamis (12/3/2026).
Untuk menunjang kesuksesan operasi dengan sandi Ketupat Semeru 2026 ini, Polres Situbondo mendirikan enam pos di sepanjang jalur pantura, yang terdiri dari dua pos terpadu, satu pos pelayanan dan tiga pos pengamanan.
"Kami punya dua pos terpadu yakni di exit tol Suboh dan di Pelabuhan Jangkar. Satu pos pelayanan yang berada di kawasan Alun-alun Situbondo, dan dua pos pengamanan yang berada di Pasir Putih dan di Hutan Baluran," ungkapnya.
Kapolres bilang, ada dua titik rawan jalur pantura yang diantisipasi dalam operasi ini yakni exit tol di Kecamatan Suboh dan di Pelabuhan Jangkar. Di dua kawasan tersebut didirikan pos terpadu untuk mengantisipasi kemacetan dan kepadatan penumpang.
"Ada dua titik rawan yang kami fokuskan untuk mendapatkan perhatian ekstra ya, yakni di exit tol, yang rawan terjadi kemacetan dan di Pelabuhan Jangkar, yang dikhawatirkan adanya kepadatan penumpang," ungkapnya.
Sebanyak 350 personel dilibatkan dalam operasi ini. Mereka terdiri dari TNI/Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pramuka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan.
"Kita libatkan TNI dan pemerintah daerah selama Operasi Ketupat Semeru 2026, untuk bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang sedang melakukan aktivitas mudik hingga balik," bebernya.
Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari ke depan, dimulai pada Jumat, 13 Maret sampai 24 Maret 2026.