TNI Berhasil Menyita Senjata Api dan Amunisi Milik OPM Kodap Sorong Raya di Maybrat

  • 04 Okt 2026 10:50 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Koops TNI Habema melalui Satgas Rajawali V dan Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir, berhasil mengamankan senjata api, amunisi, dan sejumlah perlengkapan milik Kelompok OPM Kodap Sorong Raya, dalam patroli keamanan di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu (3/10/2026).

Patroli tersebut merupakan bagian dari upaya penguasaan wilayah sekaligus menjaga keamanan masyarakat dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan di wilayah Papua.

Dalam kegiatan tersebut, personel gabungan mendeteksi pergerakan kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya yang dipimpin Manfred Fatem. Setelah melakukan pendalaman informasi dan perencanaan operasi, tim gabungan bergerak menuju lokasi sasaran.

Setibanya di wilayah Distrik Aifat Selatan, personel memperoleh kontak visual dengan kelompok tersebut dan melakukan tindakan sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam kontak tersebut, dua anggota kelompok bersenjata dilaporkan meninggal dunia. Keduanya masing-masing bernama Arso Aisnak dan Yohanes Ky.

Sementara itu, sejumlah anggota kelompok lainnya dilaporkan melarikan diri dari lokasi. Personel gabungan hingga kini masih melakukan pengejaran.

Dari lokasi kejadian, personel mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu pucuk senjata api jenis revolver, 10 butir amunisi, satu unit HT, bendera Bintang Kejora, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen. TNI. Riyanto mengatakan, setiap pelaksanaan operasi mengedepankan prinsip kehati-hatian, profesionalisme, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit yang bertugas di lapangan. Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap langkah operasi,” kata Brigjen TNI Riyanto.

Menurutnya, setiap tindakan yang dilakukan prajurit harus berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku.

“Setiap nyawa memiliki nilai, sehingga setiap tindakan yang dilakukan prajurit harus tetap berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Brigjen TNI Riyanto juga mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan dan gunung untuk menghentikan aktivitas yang dapat mengganggu keamanan masyarakat serta memilih jalan damai.

“Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, masa depan Papua merupakan tanggung jawab bersama dan pembangunan hanya dapat berjalan apabila seluruh elemen masyarakat hidup dalam suasana aman dan damai.

Koops TNI Habema menegaskan, kehadiran TNI di Tanah Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan. Kehadiran personel juga diarahkan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari, mengembangkan perekonomian, serta menikmati hasil pembangunan dengan aman dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....