Produksi Padi Papua Capai 12,8 Ton per Hektare
- 02 Okt 2026 17:40 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Produksi padi di sejumlah wilayah Papua mencapai 12,8 ton per hektare. Pemerintah Provinsi Papua mendorong mekanisasi untuk mempercepat proses tanam hingga panen.
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengatakan produktivitas padi Papua kini menunjukkan hasil positif. Rata-rata produksi padi disebut telah berada di atas delapan ton per hektare.
“Di beberapa sawah terakhir di Keerom malah melebih,” kata Fakhiri usai panen padi di Koya Timur, Kamis, 1 Oktober 2026. “Provinsi Papua sekarang terdepan, yaitu 12,8 ton.”
Menurut Fakhiri, capaian tersebut didukung berbagai pola tanam dan pendampingan pemerintah bersama Kementerian Pertanian. Pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola lahan.
Pemerintah Papua juga mendorong mekanisasi pada seluruh tahapan pengelolaan sawah. Mekanisasi mencakup pembukaan lahan, penanaman, pemupukan, hingga proses panen.
“Buka sawahnya cepat, tanamnya cepat, pupuknya gampang,” ujarnya. “Kemudian kita bisa panen juga dengan alat.”
Fakhiri mengatakan mekanisasi dapat memangkas waktu pengelolaan lahan setelah proses panen. Lahan yang telah dipanen dapat segera disiapkan untuk penanaman berikutnya.
Pemprov Papua juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan dan perbaikan sistem irigasi. Penyediaan pompa air dinilai diperlukan untuk mendukung keberlanjutan produksi pertanian.
Fakhiri menargetkan petani Papua dapat melakukan tiga kali tanam dan panen dalam setahun. Target tersebut tetap mempertimbangkan kebutuhan pemeliharaan dan pengelolaan lahan.
Peningkatan produktivitas diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan Papua. Produksi padi juga ditargetkan memenuhi kebutuhan masyarakat hingga wilayah pegunungan.
“Harapan saya kita menjadi swasembada beras di waktu-waktu yang datang,” katanya. “Target kami di 2028 kami sudah swasembada.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....