Perluasan Bandara Sentani Dorong Konektivitas dan Logistik Papua
- 30 Sep 2026 20:37 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – PT. Angkasa Pura Indonesia (Persero) terus memperkuat peran Bandar Udara Internasional Sentani, Kabupaten Jayapura, sebagai salah satu pintu utama konektivitas udara dan distribusi logistik di Papua, melalui pengembangan dan peningkatan kapasitas infrastruktur bandara.
General Manager PT. Angkasa Pura Indonesia (Persero), Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Sentani-Jayapura, I Nyoman Noer Rohim mengatakan, pengembangan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas sekaligus kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa bandara.
Pengembangan Bandara Internasional Sentani dilaksanakan sebagai bagian dari kerja sama pemanfaatan Barang Milik Negara antara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dengan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero).
“Pengembangan ini kami lakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan di Bandara Sentani, sekaligus mengantisipasi pertumbuhan mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di Papua,” ujar I Nyoman Noer Rohim.
Ia menjelaskan, pengembangan Bandara Sentani mencakup perluasan terminal, pembangunan sejumlah fasilitas sisi darat atau landside, serta pemenuhan fasilitas sisi udara.
Saat ini, Bandara Internasional Sentani berdiri di atas lahan sekitar 144 hektar dengan landasan pacu sepanjang 3.000 meter dan lebar 45 meter. Bandara tersebut juga memiliki 38 parking stand, termasuk delapan parking stand yang dapat digunakan untuk pesawat narrow body type Boeing 737-900 atau Boeing 739 hingga Airbus A320.
Menurut I Nyoman, kebutuhan peningkatan kapasitas menjadi semakin penting seiring tingginya pergerakan penumpang. Sepanjang 2025, Bandara Sentani melayani sekitar 1,7 juta penumpang per tahun, sementara kapasitas eksisting terminal hanya sekitar 1,4 juta penumpang per tahun.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT. Angkasa Pura Indonesia melakukan perluasan terminal sehingga kapasitas pelayanan nantinya ditingkatkan menjadi sekitar 2,9 juta penumpang per tahun.
“Seluruh biaya pengembangan Bandara Sentani ini dibebankan kepada PT Angkasa Pura Indonesia sebagai bentuk komitmen kami terhadap pengembangan dan peningkatan pelayanan bandara,” jelasnya.
Selain terminal, kapasitas fasilitas parkir kendaraan juga akan ditingkatkan. Area parkir yang sebelumnya mampu menampung sekitar 250 satuan ruang parkir atau SRP direncanakan meningkat menjadi sekitar 450 SRP.
Peningkatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih memadai bagi kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang menggunakan fasilitas Bandara Sentani.
I Nyoman menegaskan, pengembangan infrastruktur Bandara Sentani tidak secara khusus ditujukan untuk menghadirkan jenis pesawat tertentu. Pengembangan dilakukan untuk memastikan kesiapan dan kapasitas infrastruktur dalam mengantisipasi pertumbuhan lalu lintas udara di masa mendatang.
“Untuk jenis dan frekuensi penerbangan nantinya tetap bergantung pada kebutuhan pasar, kesiapan maskapai, rute yang dilayani, serta aspek operasional dan keselamatan penerbangan,” katanya.
Dari sisi operasional, aktivitas Bandara Internasional Sentani juga menunjukkan tren positif. Hingga Agustus 2026, bandara tersebut telah melayani 1.038.261 penumpang, dengan 26.634 pergerakan pesawat dan 63.958 ton kargo.
Dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, pergerakan pesawat tercatat tumbuh sekitar 3,11 persen, sedangkan angkutan kargo meningkat sekitar 2 persen.
Pertumbuhan tersebut semakin memperkuat posisi Bandara Sentani sebagai infrastruktur strategis yang tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam distribusi barang dan logistik menuju berbagai wilayah di Papua.
Untuk proyek perluasan terminal dan pembangunan fasilitas landside, waktu pelaksanaan ditetapkan selama 300 hari kalender. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap awal pelaksanaan.
I Nyoman memastikan seluruh proses pengembangan akan dilakukan secara terencana dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kelancaran operasional bandara, kualitas pelayanan, serta kenyamanan pengguna jasa.
“Dalam proses pembangunan, operasional bandara tetap menjadi perhatian utama. Kami memastikan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kenyamanan pengguna jasa tetap terjaga,” tegasnya.
Dengan peningkatan kapasitas terminal, optimalisasi fasilitas darat dan udara, serta dukungan terhadap pertumbuhan trafik penumpang dan kargo, Bandara Internasional Sentani diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai hub konektivitas dan logistik Papua.
Pengembangan tersebut sekaligus diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, sektor pariwisata, distribusi logistik, serta mobilitas masyarakat di Papua dan wilayah sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....