Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Bandara Sentani Aktifkan Service Recovery

  • 08 Sep 2026 07:56 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Sebanyak 12 penerbangan di Bandara Internasional Sentani Jayapura terdampak penyesuaian operasional akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi memengaruhi ruang udara dan penerbangan di wilayah Jakarta.

Dampak tersebut terjadi pada Minggu (6/9/2026) hingga Senin (7/9/2026), berupa pembatalan dan keterlambatan penerbangan. Berdasarkan data operasional, sebanyak 1.491 penumpang, baik kedatangan maupun keberangkatan, terdampak.

Pada Minggu (6/9/2026), penerbangan Batik Air ID6180 rute Jakarta-Jayapura dibatalkan dan berdampak terhadap 143 penumpang. Sementara penerbangan Batik Air ID6181 rute Jayapura-Jakarta dengan 150 penumpang juga dibatalkan.

Selain itu, sejumlah penerbangan Garuda Indonesia mengalami keterlambatan, yakni GA665 dengan 161 penumpang, GA657 dengan 153 penumpang, dan GA657D dengan 108 penumpang. Dampak kembali terjadi pada Senin (7/9/2026). Dari sisi kedatangan, Batik Air ID6180 dan Garuda Indonesia GA656 masing-masing mengalami pembatalan dengan jumlah penumpang terdampak 59 dan 71 orang.

Sementara dari sisi keberangkatan, Batik Air ID6181 dibatalkan dengan 149 penumpang. Garuda Indonesia GA665P, GA657D, GA657P, dan GA657 juga mengalami pembatalan dengan jumlah penumpang terdampak masing-masing 161, 136, 153, dan 47 orang.

Menyikapi hal tersebur, manajemen Bandara Internasional Sentani Jayapura terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik, kondisi ruang udara, informasi penerbangan, serta berkoordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan terkait.

General Manager Bandara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer Rohim mengatakan, keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas dalam setiap penyesuaian operasional.

"Keselamatan tetap yang utama, dan kepedulian kepada penumpang akan selalu berjalan bersama dengan itu," ujarnya.

Menurutnya, pembatalan maupun keterlambatan penerbangan tidak hanya berdampak terhadap jadwal perjalanan, tetapi juga rencana pekerjaan dan kepentingan keluarga para penumpang.

"Kami memahami ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang mereka rasakan. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa Manajemen Bandara Sentani tetap hadir," katanya.

Sebagai bentuk pelayanan kepada pengguna jasa, Manajemen Bandara Sentani mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) pada Senin (7/9/2026).

Layanan tersebut diberikan di area check-in dan ruang tunggu bandara. Penumpang terdampak mendapatkan dukungan berupa air mineral, makanan ringan, dan masker.

I Nyoman mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk perhatian kepada penumpang yang mengalami ketidaknyamanan akibat gangguan penerbangan yang dipengaruhi kondisi di luar kendali operasional.

"Kami tidak ingin penumpang merasa menghadapi situasi tersebut sendirian. Kami hadir untuk mendengarkan, membantu dan memberikan perhatian di tengah situasi yang tidak mereka harapkan," ujarnya.

Manajemen Bandara Sentani juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang serta mengapresiasi kesabaran dan pengertian selama proses penyesuaian penerbangan.

Manajemen Bandara Sentani mengingatkan bahwa kondisi penerbangan masih dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, kondisi ruang udara, penerbitan NOTAM, serta keputusan operasional maskapai dan pihak terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....