Warga Lereh Bakar Sampah Plastik, ITB Tawarkan Solusi BSF

  • 22 Sep 2026 06:39 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Minimnya tempat penampungan sementara (TPS) memaksa warga di kawasan Transmigrasi Lereh, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, membakar sampah plastik mereka sendiri praktik yang menurut ahli mengancam kesehatan dan lingkungan.

Persoalan itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Tim 16 Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Bandung (ITB) 2026 di Balai Kampung Bumi Sahaja (SP 2), Distrik Yapsi, pekan lalu. Forum ini dihadiri Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, pemerintah distrik, kepala enam kampung transmigran, perwakilan dinas pendidikan, aparat keamanan, hingga warga setempat.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Sandi Nusantara, menyambut baik kegiatan tersebut.

"Kami mendukung adanya kegiatan ini. Kami berharap warga aktif memberikan masukan, khususnya dalam pengelolaan sampah, agar lingkungan kita tetap terjaga," ujarnya.

Menjawab persoalan pembakaran plastik, Dosen Kimia Universitas Cenderawasih, Dr. Darwanta, memperkenalkan teknologi pirolisis yang mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar setara Premium. Teknologi ini disebut sudah diuji melalui pabrik percontohan di Universitas Cenderawasih dan berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Selain jadi bahan bakar, plastik jenis tertentu seperti gelas plastik dan bungkus oli juga bisa diolah menjadi campuran batako dan paving block.

Untuk sampah organik, Tim Ekspedisi Patriot menawarkan pengembangan Black Soldier Fly (BSF) atau maggot sebagai solusi mengolah sisa makanan persoalan yang makin mendesak sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) rutin menghasilkan limbah makanan di sekolah-sekolah.

Dr. Himawan menjelaskan, siklus hidup BSF yang singkat membuat larva dan pupanya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara residu berupa kasgot berpotensi menjadi pupuk kaya nutrisi.

Ketua Tim 16 Ekspedisi Patriot ITB, Prof. Dr. Mochammad Chaerul, menyebut kotoran sapi dan sampah taman juga berpeluang diolah menjadi kompos maupun biogas. Program BSF sendiri rencananya akan dikembangkan lebih lanjut melalui pilot project di Distrik Yapsi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....